apa arti hidup dan untuk apa sebenarnyahidup?”. Setelah aku
pikirkan pertama kali yang aku pikirkan bukanjawaban dari pertanyaan
itu, namun aku berfikir, apa ada yang salah dalam akumenapaki perjalanan
hidupku ?
Aku berfikir demikian mungkin karena aku
bingungkebingungan dengan ketidak tahuanku akan letak kebingunganku yang
mungkin tidakpaham akan makna hidup dan kehidupan. Aku merenung,
tafakkur untukberihtisab atau introspeksi. Ya, banyak sekali kesalahanku
dalam menjalanihidup ini. “Astaghfrullah, ampuni atas segala
kekhilafanku Ya Allah,terimakasih telah Engkau sadarkan aku, tuntunlah
aku untuk kembali menapakijalan-Mu yang telah Engkau tunjukkan
kepadaku”. Kataku dalam hati.
sebeluntulnya untuk mengetahui makna arti, definisi HIDUP, kitaharus berfilsafat dan untuk berfilsafat kita kita harus paham tentang apafilsafat itu sendiri
Pengertian Filsafat
Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitudari kata “philos” dan “Shopia”. Philos artinya cinta yang sangatmendalaM, dan sophia artinya
kearifan atau kebijakan. Jadi arti filsafatsecara hrfiah adalah cinta
yang sangat mendalam terhadapat kearifan ataukebijakan. Filsafat dapat
diartikan sebagai suatu pendirian hidup (individu)dan dapat juga disebut
pandangan hidup (masyarakat). Pada bagian lain HaroldTisus mengemukakan
makna filsafat yaitu :
1. Filsafat adalah suatu sikap tentang hidup dan alamsemesta
2. Filsafat adalah suatu metode berpikir rekflektifdan penelitian penalaran
3. Filsafat adalah suatu perangkat masalah-masalah
4. Filsafat adalah seperangkat teori dan sistemberpikir
Berfilsafat
merupakan salah satu kegiatan/ pemikiranmanusia memiliki peran yang
penting dalam menentukan dan menemukaneksistensinya. Berfilsafat berarti
berpikir, tetapi tidak semua berpikir dapatdikategorikan berfilsafat.
Berpikir yang dikategorikan berfilsafat adalahapabila berpikir tersebut
mengandung tiga ciri yaitu radikan, sistematis danuniversal. Untuk ini
filsafat menghendaki lah pikir yang sadar, yang berartiteliti dan
teratur. Berarti bahwa manusia menugaskan pikirnya untuk bekerjasesuai
dengan aturan dan hukum-hukum yang ada, berusaha menyerap semua
yangbersal dari alam, baik yang berasal dari dalam dirinya atau
diluarnya.
Subjek/ Objek Filsafat
Berfikir merupakan
subjek dari filsafat akan tetapitidak semua berfikir berarti
berfilsafat. Subjek filsafat adalah seseorang yangberfikir/ memikirkan
hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam.
Objek filsafat, objek
itu dapat berwujud suatu barangatau dapat juga subjek itu sendiri
contohnya si aku berfikir tentang dirikusendiri maka objeknya adalah
subjek itu sendiri. Objek filsafat dapat dibedakanatas 2 hal :
1. Objek material adalah segala sesuatu atau realita,ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada
2.
Objek formal adalah bersifat mengasaskan atauberprinsi dan oleh karena
mengasas, maka filsafat itu mengkonstatisprinsip-prinsip kebenaran dan
tidak kebenaran
Pentingnya Filsafat Bagi Manusia
Pentingnya filsafat dapat kita pada penjelasan berikut:
1) Dengan berfilsafat kita lebih menjadi manusia,lebih mendidik dan membangun diri sendiri
2) Dari pelajaran filsafat kita diharapkan menjadiorang yang dapat berpikir sendiri
3)
Memberikan dasar-dasar pengetahuan kita, memberikanpadangan yang
sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan kita merupakankesatuan
4)
Hidup kita dipimpin oleh pengetahuan kita. Sebabitu mengetahui
kebenaran-kebenaran yang terdasar berarti mengetahui dasar-dasarhidup
kita sendiri
5) Khususnya bagi seorang pendidik, filsafat
mempunyaikepentingan istimewa karena filsafatlah memberikan dasar-dasar
dari ilmu-ilmupengetahuan lainnya yang mengenai manusia seperti misalnya
: ilmu mendidik,sosiologi, ilmu jiwa dan sebagainya.
Definisi Filsafat
Adapun defenisi filsafat menurut para ilmuwan yaitu :
1. Plato (427-347 M) → Filsafat tidak lah lahir daripengetahuan tentang segala yang ada
2. Aristoteles (384-322 M) → Filsafat itu menyelidikisebab dan asas segala benda
3. Al-Kindi (800-870) → Filsafat merupakan pengetahuanbenar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi m anusia
4.
AL-Farabi (872-950) → Filsafat itu adalah ilmupengetahuan tentang alam
maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yangsebenarnya
5. Ibnu
Sina (980-1037) → hal pertama yang dihadapiseorang filsuf adalah bahw
ayang ada berebeda-beda, terdapat ada yang hanya“mungkin ada”
6.
Immanuel Kant (1724-1804) → filsafat itu ilmu pokokdan pangkal segala
pengetahuan yangi dalamnya mencakup empat persoalan, yaitu :
1. Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab olehmetafisika)
2. Apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab olehetika)
3. Sampai dimanakah pengharapan kita? (dijawab olehagama)
4. Apakah yang dinamakan manusia? (dijawab olehanthroposlogi)
7.
Prof Drs. Hasbullah Bakry, S.H → filsafat ialahilmu yang menyelidiki
segala sesuatu dengan mendalam mengenai ke-Tuhanan, alamsemesta dan
manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana
hakikatnyasejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap
manusia seharusnyasetelah mencapai pengetahuan itu.
8. Prof. Dr. N
Driyarkara S. J→ filsafat adalahpikiran manusia yang radikal artinya
dengan mengesampingkan pendirian-pendiriandan pendapat-pendapat “yang
diterima saja” mencoba memperlihatkan pandanganyang merupakan akar dari
lain-lain pandangan dan sikap praktis.
9. Ciceor → Filsafat sebagai seni kehidupan
10. Rene Descartes → filsafat merupakan kumpulansegala pengetahuan, dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokokpenyelidikannya
11. Francis Bacon → filsafat merupakan induk agungdari ilmu-ilmu dan filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya
12.
John Dewey → filsafat haruslah dipandang sebagaisuatu pengungakap
mengenai perjuangan manusia secara terus meners dalam upayamelakukan
penyesuaian berbagai tradisi yang membentuk budi manusia
terhadapkecenderungan-kecenderungan ilmiah dan cita-cita politi yang
baru dan tidaksejalan dengan wewenang yang diakui.
Berfilsafat
merupakan salah satu kegiatan pemikiranmanusia memiliki peran yang
penting dalam menentukan dan menmukaneksistensinya. Dalam kegiatan ini
manusia akan berusaha untuk mencapai kearifandan kebajikan. Kearifan
merupakan buah yang dihasilkan filsfar dari usahamencapai
hubungan-hubungan antara berbagai pengetahuan, dan
menentukanimplikasinya baik secara yang tersurat maupun yang tersirat
dalam kehidupan.
Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak
semuaberpikir dapat dikategorikan berfilsafat. Berpikir yang
dikategorikanberfilsafat adalah apabila berpikir tersebut mengandung 3
ciri, yaitu radikal,sistematis dan universal. Seperti yang dijelaskan
oleh Sidi Gazalba (1973:43) :
Berpikir radikal, sampai ke
akar-akarnya, tidaktanggung-tanggung, sampai pada konsekuensi yang
terakhir. Berpikir itu tidakseparuh-paruh, tidak berhenti di jalan,
tetapi terus sampai ke ujungnya.Berpikir sistemati adalah berpikir logis
yang bergerak selangkah demi selangkahdengan penuh kesadaran dengan
urutan yang bertanggung jawab dan saling hubunganyang teratur. Berpikir
universal tidak berpikir khusus, yang hanya terbataskepada bagian-bagian
tertentu, melainkan mencakup keseluruhan.
Berdasarkan
pada tingkat”berfikir” kita terlihat bahwafilsafat merupakan suatu
uapya untuk mampu melakukan kajian secara mendasarsehingga dengan kajian
yang mendasar tersebut dimungkinkan untuk dapat putusantentang suatu
secara bijaksana. Manusia selalu berpikir akan sesuatu yang sudahmenjadi
pengetahuannya, yang aman apengetahuan tentang sesuatu yang maha
agungdan bagaimana usaha-usaha untuk mencapainya. Dengan ini manusia
selalu berusahauntuk bertujuan menyelidiki hakekat yang sebenarnya.
Karena filsafat merupaknailmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang
maan terdapat dalam persoalan-persoalanyang terjadi dalam keseharian
kita sebagai manusia.
Sesuai dengan makna filsafat, berfilsafat
adalahberfiki dan sampai kepada spikulasi. Untuk itu filsafat
menghindari oleh fikidan sadar, yang berarti teliti dan teratur. Dimna
manusia menegaskan pikiranyauntuk bekerja sesuai dengan aturan dan
hukum-hukum yang ada, berusaha menyerapsemua yang bersala dari alam,
baik yang bersal dari dalam dirinya atau diluarnya
Dapat
disimpulkan bahwa berfilsafat merupakan kegiatanberpikir manusia yang
berusaha untuk mencapai kebijakan dan kearifan. Filsafatberusaha
menuangkan dan membuat garis besar dari masalah-masalah dan
peristiwayang pelik dari pengalaman umat manusia.
Subjek/ Objek Filsafat
Subjek
filsfat adalah seseroang yagn berfikir/memikirkan hakekat sesuatu
dengan sungguh-sungguh dan mendalam. Seperti halnyapengetahuan, Maka
filsafatpun (sudut pandangannya) ada beberapa objek yangdikaji oleh
filsafat
a. Obyek material yaitu segala sesuatu yang realitas
1. Ada yang harus ada, disebut dengan absoluth/ mutlakyaitu Tuhan Pencipta
2.
Ada yang tidak harus ada, disebut dengan yang tidakmutlak, ada yang
relatif (nisby), bersifat tidak kekal yaitu ada yangdiciptakan oleh ada
yang mutlak (Tuhan Pencipta alam semesta)
b. Obyek Formal/ Sudut pandangan
Filsafat
itu dapat dikatakan bersifatnon-pragmentaris, karena filsafat mencari
pengertian realitas secara luas danmendalam. Sebagai konsekuensi
pemikiran ini, maka seluruh pengalaman-pengalamanmanusia dalam semua
instansi yaitu etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial,budaya, religius
dan lain-lain haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertianrealita.
Menurut
Prof Dr. M. J. Langeveld : “……bahwa hakikatfilsafat itu berpangkal pada
pemikiran keseluruhan sarwa sekalian scara radikaldan menurut sistem”.
1. Maka keseluruhan sarwa sekalian itu ada. Ia adalahpokok dari yang dipikirkan orang dalam filsafat
2. Ada pula pikiran itu sendiri yang terhadap dalamfilsafat sebagai alat untuk memikirkan pokoknya
3.
Pemikiran itupun adalah bahagian daripada keseluruhan,jadi dua kali ia
teradapat dalam filsafat, sebagai alat dan sebagai keseluruhansarwa
sekalian
Menurut Mr. D. C Mulder menulis sebagai berikut :
“
Tiap-tiap manusia yang mulai berpikir tentang dirisendiri dan tentang
tempatnya dalam dunia, akan mengahdapi beberapa persoalanyang begitu
penting sehingga persoalan-persoalan itu boleh diberi
namapersoalan-persolan pokok”.
Louis Kattsoff mengatakan lapangan
kerja filsafat itubukan main luasnya yaitu meliputisegala pengetahuan
manusia serta segala sesuatuapa saja yang ingin diketahui manusia.
Dr.
A. C Ewing mengatakan bahwa kebenaran,materi, budi, hubungan materi dan
budi, ruang dan waktu, sebab, kemerdekaan,monisme lawan fluarlisme dan
tuhan adalah termasuk pertanyaan-pertanyaan pokofilsafat
Pentingnya Filsafat Bagi Manusia
Filsafat
mencoba memadukan hasil-hasil dari berbagaisains yang berbeda ke dalam
suatu pandangan dunia yang konsisten. Filosofcenderung untuk tidak
menjadi spesialis, seperti ilmuwan. Ia menganalisisbenda-benda atau
masalah dengan suatu pandangan yang menyeluruh. Filsafattertarik
terahdap aspek-aspek kualitatif segala sesuatu, terutama berkaitandengan
makna dan nilai-nilainya. Filsafat menolak untuk mengabaikan
setiapaspek yang otentik dari pengalaman manusia.
Kita
sangat memerlukan suatu ilmu yang sifatnyamemberikan pengarahan/ ilmu
pengarahan. Dengan ilmu tersebut, manusia akandibekali suatu
kebijaksanaan yang di dalamnya memuat nilai-nilai kehidupan yangsangat
diperlukan oleh umat manusia. Hanya ilmu filsafatlah yang
dapatdiharapkan mampu memberi manusia suatu integrasi dalam membantu
mendekatkanmanusia pada nilai-nilai kehidupan untuk mengenai mana yan
gpantas kita tolak,man ayang pantas kita tujui, mana yang pantas kita
ambil sehinga dapatmemberikan makna kehidupan. Ada beberapa pentingnya
filsafat bagi manusia yaitu:
1. Dengan belajar filsafat diharapkan
akandapatmenambah ilmu pengetahuan, karena dengan bertambahnya ilmu
akan bertambahpula cakrawala pemikiran dan pangangan yang semakin luas
2.
Dasar semua tindakan. Sesungguhnya filsafat didalamnya memuat ide-ide
itulah yang akan membawa mansuia ke arah suatukemampuan utnuk merentang
kesadarannya dalam segala tindakannya sehinggamanusia kaan dapat lebih
hidup, lebih tanggap terhadap diri dan lingkungan, lebihsadar terhadap
diri dan lingkungan
3. Dengan adanya perkembangan ilmu pengethauan
danteknologi kita semakin ditentang dengan kemajuan teknologi beserta
dampaknegatifnya, perubahan demikian cepatnya, pergeseran tata nilai,
dan akhirnyakita akan semakin jauh dari tata nilai dan moral
sekerang
kita sudah sedikit pahamtentang berfilsafat dan untuk membongkar teka-
teki hidup atas kebingunganhidup ini saya selaku putra jawa tepatnya
blasteran blitar - pasuruan tidakbisa di pungkiri kalau saya masih
percaya tentang bahsa peninggalan nenekmoyang saya yaitu jawa dan mulai
dari sinilah saya akan membongkar filosofihidup sampai pada makna dan
akhir perjlanan hidup saya....,,,
Ya, dalam budaya
Jawa, yang disebut hidup itu terdiri dari dua jenis, yaitu yangdisebut
“hurip” dan “gesang”. Kata “hurip” dalam tulisan huruf Jawa terdiridari
tiga aksara yakni ha, ra, dan pa. Aksara pertama adalah “ha”, berasal
darisebutan ma ha (maha). Aksara “ha” pada kata hurip dberi suku (u).
Sukumengandung makna tenaga. Aksara kedua adalah “ra”, yang berasal
darisebutan ha ra (getaran). Aksara “ra” pada kata urip diberi wulu (i)
yangmengandung makna postitif. Aksara ketiga adalah “pa”, berasal dari
sebutanapa-apa (apa). Aksara “pa” pada kata urip atau diberi sandangan
pangku (tandahuruf mati) mengandung maksud kebahagiaan. Sebelum
diberikan sandangan akantertulis ha ra pa yang artinya hadap dan
kehendak (nafsu).
Ditinjau dari suku kata pembentuk kata
“hurp”,kata “hurip” terdri atas dua suku kata yaitu “hu dan “rip”, “hu”
berasaldari sebutan satuhu (sifat nyata) dan “rip” berasal dari sebutan
mirip.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa
yangdisebut “hurip” (hidup) adalah Maha Tenaga yang bergetar, yang
memilikikebahagiaan seperti mulia dan kebiasaan yang bermacam-macam
serta mempunyaikehendak. Adapun sifat hidup adalah getaran-getaran yang
memenuhi dan meliputialam semesta yang kesemuanya berujud mirip antara
yang satu dengan lain.Getaran itu disebut “hara”. Sebutan nama tersebut
berasal dari adanyapengetahuan suatu gerak yang sangat cepat dan hanya
bisa ditirukan oleh gerakanlidah, sehingga akan keluar bunyi dari mulut:
“rrrraaaaa”. Karena hal tersebutbersifat maha, maka sebutan maha dan ra
dijadikan satu sebutan “mahara” yangdisingkat “hara”. Hara memiliki
kebiasaan, maka sebutan “hara” dan “bisa”disatukan menjadi “harabisa”,
yang kemudian disingkat “rasa”, karena sebutan“rasa” berasal dari
sebutan “hurip”, maka rasa adalah hurip yang memiliki hadapkehendak
kebiasaan kebahagiaan yang semuanya bersifat nyata serupa/mirip.
Sedang
kata “gessang” dalam huruf Jawa terdiri dariasara ga, sa dan nga.
Aksara “ga” berasal dari sebuta ra ga (raga/sifatberwujud). Aksara ga
dberi sandangan pepet (e) mengandung maksudperasaan/rasa kulit. Aksara
“Sa”, berasal dari sebutan ra sa (rasa). Aksaraketiga yaitu “nga” atau
setcak (tanda bunyi sengau ) mengandung maksud sanga(sembilan). Aksara
“nga” diberi sandangan pangku (tanda huruf mati):mengandung maksud
sanga (sembilan) sa: berasal dari sebutan ra sa (rasa) setcak(tanda
bunyi sengau) mengandung maksud sanga (sembilan). Dari suku katayang
menyusunnya,kata Gesang disusun oleg dua suku kata yaitu ges dansang.
Ges Ges: berasal dari sebutan teges (arti), dan Sang berasal dari
sebutantumangsang (terkait) . sebelum mendapatkan sandangan tertulis ga
sa sanga, yang berasal dari sebutan gagasa (gagasan(, sanga (sembilan)
maksudnyagagasa atau pikir itu terkait oleh sembilan rasa. Dari
penjelasan tersebutdisimpulkan bahwa yang disebut “gessang” adalah hidup
yang memiliki raga,mengandung sembilan rasa positif dan rasa kulit yang
mengikat pikir.
Sembilan rasa tersebut adalah 2 rasa
pengelihatankanan dan kiri, 2 rasa pendengaran kanan dan kiri, 2 rasa
pembauan kanan dankiri, 1 rasa lidah, 1 rasa dubur dan 1 rasa kelamin.
Sembilan rasa tersebutmasing-masing mengikat gagasan/pikir. Hidup yang
berwujud demikian berada diatas permukaan bumi dan harus mempunyai arti
atau berguna. Hidup yang disebutdengan “gessang” ini berasal dari
“hurip” yang masing-masing memiliki tenagahadap dan kehendak.
Sebutan
“hidup” erat sekali hubungannya dengan sebutanyang Maha Hidup. Untuk
memberikan pengertian Yang Maha Hidup, dijelaskan denganmenggunakan kata
“halah” dalam huruf Jawa. Ha: berasal dari sebutan ma-ha(maha). Suara
Ha adalah suara bernafas yang menunukkan hidup. Maka hamengandung maksud
“Yang Maha Hidup”. “La” berasal dari sebutan hala (kasar).Wignyan
(huruf mati) mengandung maksud sebagian dari Yang Maha. Lah: berasaldari
sebutan oleh dan polah.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan
bahwa yangdisebut “Halah” (Allah) adalah Yang Maha Hidup, yaitu yang
mengadakan segalasesuatu mulai dari tidak ada menjadi ada, dari sifat
yang terhalus menjadisifat yang terkasar yang semuanya itu digerakkan
atau dihidupi.
dari yang aku cari dalam kamus jawa mungkin akumasih belum paham dan masih berntanya pada diri sendiri tentang hidup,,,,
dan aku lontarkan sebuah argumen tu diri sendiri" hidup,sebuah hak yang tidak bisa di tolak. apakah hidup itu?"
memengpertanyaan
ini membuat kita sangat penting sekali,namun tak pernahdisadari.Saya
INGAT kata _ kata dari seorang tokoh sufi yang saya lupanamanya" Sadar memang sulit,tapi Kesadaran untuk Menyadari tambah SulitLagi."
Tapiwalaupun
common sense, pikiran sehat tahu apa yang hidup itu,susah
sekalimenjawab pertanyaan itu dibentuk dalam satu
definisi,ketetapan.kamus besarbahasa indonesia mendefinisikan hidup
yaitu jenis gerak - gerik semata - matadari benda hidup bikinan
tuha.tentunya pembentukan definisi ini bukan ahlisembarangan.tapi saya
masih belum memadai dengan definisi semacam ini,sedangkan Aristoteles
pun sudah suruh kita berjaga - jaga tentang hidup dankonsepnya.kalau
definisi yang cocok dengan logika saya, saya pikir lebih baikpakai
definisi Negativ saja, umpamanya : hidup yaitu bukan mati.
kita
ambilcontoh dua jenis yang hidup yaitu hewan dan tumbuhan,
disini marilaha kita lihat persamaan dari dua benda hidup ini, keduanya
bisameneruskan adanya dengan makanannya lagi pula, hewan dan tumbuhan
mangandungputih telur,gemuk dan tepung, tetapi yang mati tidak. Arloji
itu mati kalutidak diputar, lagi pula yang mati manapun juga tidak bisa
menimbulkan CO2,yang mati ( elemen - elemen, zat asli) tetap, yang
hidup trus berkembangbiak dan menghasilkan zat H hidrogen , C carbon dan
O oksigen. dan yang matiitu vakum dan tak punya daya.
sedang
kanmanusia disini juga sama - sama hidup seprti hewan dan tumbuhan
hanya sajamanusia disini bisa disebut hewan juga tapi ber akal, sebagai
yang hidup manusiamempunyai sifat pada tumbuhan, dan juga sebagai hewan
tentu manusia punya sifatyang ada pada hewan : mengandung putih
telur(protein) dan co2, bisa berpindah-pindah meneruskan adanya dengan
makanan,mempunyai panca indra, hati,jantung,perut dll, dan akhirnya
berkembang biak juga, selama ia ada( hidup)anggotanya(badan) bekerja
dengan sendirinya,bukan seperti arloji perlu diputaratau seperti mesin
yang butuh dicari kan bahan bakar dan tidak bisamandiri.
perbedaan
manusia dengan hewan : manusia mempunyai quantity (besar) dan(Quality)
sifat tata sarah dan otak sedangkan hewan bernaluri (instinct)
manusiaitu berakal
hidip punya keliling(tak lepas dari zat sekitar/
lingkungan), berbadan,peranggotaan dan penyesuaian seperti suhu yang ada
dalam yang hidup denganyang di keliling. maka sekarang definisi hidup
dapat di bentuk dengan hidup,ialah KODRAT DAN BISA MENUKAR ZAT ASLI
JADI ZAT BADANNYA ITU ,SEBAGAI HASILDARI PENYESUAIAN BADAN PADA
PERANGGOTAAN DANGAN PERUBAHAN SEKELILINGNYA.pada definisi ini
kodrat dianggap golongan yang lebih dari hidup.kodrat itutermasuk baik
pada yang mati ataupun yang hidup. Perbedaan kodrat yang hidupdengan
yang mati ialah yang pertama bisa menukar zat asli jadi zat bahanna
(yang mengandung protein & co2).
kodrat ini adalah hasil dari
penyesuaian badan dan anggota dengansekelilingnya. perkataan "Hasil" itu
mengandung pengertian TEMPO.
Buat buat pengamatan, maka ke empat definisi hidup saya tuliskan dibawah ini:
1.Hidup ialah satu jenis gerak - gerik ( activities ) semata - mata dari padabenda ( Hidup) ciptaan tuhan ( living creatures)
2.Hidup adalah yang bukan mati
3.Hidup yaitu kodrat yang sendirinya terus menerus dalam (Automatic) bisamenukar zat (element) menjadi zat badannya sendiri
4.Hidup
ialah kodrat,sebagai hasil dari penyesuaian badan dan
peranggotaandengan seklilingnya dan bisa menukar zat asli dengan zat
badannya.\
Kehidupan adalah ciri yang membedakan
objek yang memilikiisyarat dan proses penopang diri (organisme hidup)
dengan objek yang tidakmemilikinya ,baik karena fungsi-fungsi tersebut
telah mati atau karena merekatidak memiliki fungsi tersebut dan
diklasifikasikan sebagai benda mati. Ilmuyang berkaitan dengan studi
tentang kehidupan adalah biologi.
Organisme hidup mengalami
metabolisme, mempertahankanhomeostasis, memiliki kapasitas untuk tumbuh,
menanggapi rangsangan,bereproduksi, dan—melalui seleksi
alam—beradaptasi dengan lingkungan merekadalam generasi berturut-turut.
Organisme hidup yang lebih kompleks dapatberkomunikasi melalui berbagai
cara.Sebuah susunan beragam dari organisme hidup(bentuk kehidupan) dapat
ditemukan di biosfer di bumi, dan sifat-sifat umumdari organisme
ini—tumbuhan, hewan, fungi, protista, archaea, danbakteri—adalah bentuk
sel berbasis karbon dan air, dengan organisasi kompleksdan informasi
genetik yang bisa diwariskan.
Dalam filsafat dan agama, konsepsi
kehidupan dansifatnya bervariasi. Keduanya menawarkan interpretasi
mengenai bagaimanakehidupan berkaitan dengan keberadaan dan kesadaran,
dan keduanya menyentuh isu-isuterkait, termasuk sikap hidup, tujuan,
konsep tuhan atau dewa, jiwa ataukehidupan setelah kematian.
Untukmendefinisikan
"kehidupan" dalam istilah yang tegas masih merupakantantangan bagi para
ilmuwan dan filsuf. Mendefinisikan "kehidupan"adalah hal yang sulit,
karena hidup adalah sebuah proses, bukan substansimurni. Definisi apapun
harus cukup luas untuk mencakup seluruh kehidupan yangdikenal, dan
definisi tersebut harus cukup umum, sehingga, dengan itu, ilmuwantidak
akan melewatkan kehidupan yang mungkin secara mendasar berbeda
darikehidupan di bumi.
Filsafat Tri Hita Karana
Filsafat TriHita Karana,
yang berarti tiga penyebab keharmonisan, kebahagiaan dankesejahteraan
hidup. Terdiri dari (1) Parahyangan = hubungan baik antaraSang Maha
Pencipta (Tuhan) dan mahluk ciptaannya, (2) Pawongan = hubungan
baikantara manusia dengan manusia, (3) Palemahan = hubungan baik antara
manusiadengan lingkungan.
Konsep Tri Hita Karana
bersifat sangatfleksibel untuk diterapkan dalam semua ruang keagamaan
yang ada. Bersifatuniversal dan mendorong manusia untuk selalu
mendapatkan keseimbangan hiduplewat membina hubungan yang baik di ketiga
aspek kehidupan (Tuhan, mahlukciptaan, dan alam semesta). Manusia
adalah mahluk ciptaan Tuhan yang diberikankelebihan dalam berpikir, yang
membedakannya dengan mahluk ciptaan Tuhanlainnya. Adalah merupakan
kewajiban yang harus ditaati secara tulus dan ikhlasuntuk selalu membina
‘hubungan baik’ dengan Sang Pencipta lewat bersyukur,berdoa, sembahyang
dan banyak jalan lainnya dalam rangka mendekatkan dirikepada-Nya. Salah
satu bentuk rasa syukur dan taat kepada pencipta adalah lewatmembina
hubunga baik dengan mahluk tuhan lainnya, yang dalam konteks ini
adalahmanusia. Manusia adalah mahluk sosial yang dengan masing-masing
keterbatasannyamemerlukan orang lain dalam hidupnya. Adalah sangat
penting untuk menjagahubungan baik dengan sesama kita karena dengan
begitu banyak kemudahan yangakan kita dapatkan di kehidupan ini. Dan
memang sudah seharusnya sesama manusiaharus bisa hidup rukun, saling
membantu serta meringankan beban sesama,salingmenjaga dan saling
mengingatkan. Tidak cukup sampai di situ, tidak kalahpentingnya bagi
kita untuk membina hubungan baik dengan lingkungan kita yangdalam bali
disebut palemahan. Jika kita membina hubungan baik
denganlingkungan dalam hal ini menjaga kelestarian alam sekitar,maka
alam juga akanmenjaga kita. Namun apabila kita tidak menjaga alam dengan
baik seperti contohmenebang hutan secara terus-menerus, mengeruk segala
isinya secara berlebihan,maka cepat atau lambat lingkungan akan angkat
bicara. Maka, hubungan baikdengan ketiga aspek, ketuhanan, kemanusiaan
dan lingkungan harus ditanamkandalam diri kita masing-masing, sehingga
keharmonisan, kesejahteraan,keseimbangan, serta kebahagiaan hidup dapat
kita capai.
Filsafat Tat Twam Asi
Filsafat TatTwam Asi,
yang memiliki arti aku adalah kamu/kita (manusia) seyogyanyasama, baik
yang menciptakan maupun yang menjiwai kita (roh). Dengan filsafatTat
Twam Asi, kita tidak akan pernah berpikir untuk membedakan-bedakan
individumanapun. Perbedaan seperti suku, agama, ras, warna kulit,
bukanlah alasan untukterpecah. Dan semua memiliki hak yang sama untuk
bisa hidup berdampingan satusama lain.
Filosofi Desa,Kala
Filosofi Desa,Kala,Patra,
yang berarti tempat,waktu serta situasi. Maksudnya adalah dalamhidup
ini kita harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai serta tradisi
yangada di tempat dimana kita berpijak, seperti peribahasa dimana bumidipijak,disanalah langit dijunjung.
Hal ini sangat baik untuk diketahuibahwa kita tidak bisa menyamaratakan
tradisi kita dengan tradisi-tradisi yangada di daerah lain. Filosofi desa, kala, patra ini juga sering digunakansebagai acuan dalam melaksanakan suatu kegiatan terutama upacara keagamaan diBali. Contoh : Upacara mecaru (menghaturkan
sesajian) yang biasanyadilakukan di tengah-tengah perempatan jalan, di
depan pintu masuk di bawahcucuran atap,dll, dengan memperhatikan waktu
seperti pukul 12 tengah hari, atausaat hari mulai petang. Dan semua ini
juga tergantung pada tempat atau daerahmasing-masing.
Filosofi Kidung Ginada :
Eda ngaden awak bisa (jangan merasa diri mampu/tahu/bisa)
Depang anake ngadanin (biarkan oranglain yang menilaikita)
Geginane buka nyampat (pekerjaan sehari-hari kitamenyapu)
Anak sai tumbuh luhu (karena sering muncul sampah)
Ilang luhu ebuk katah (sampah di hilangkan/dibuang, tanahdisisakan) Yadin ririh, (walaupun pintar)
Enu liu pelajahin (masih banyak yang perlu dipelajari)
“Sebagai
manusia, hendaknyalah kita selalurendah hati, jangan congkak dan
mengatakan bahwa kita bisa. Biarkan orang-orangyang menilai kemampuan
kita. Kehidupan ini ibaratkan seperti menyapu, sampahatau cobaan
(kata-kata yang tidak mengenakkan, iri hati orang, apapun kesulitanitu)
selalu datang dalam kehidupan ini. Saat menyapu, jika ada sampah (hal
yangburuk) bersihkanlah, dan jika itu tanah (hal yang positif) biarkan
jangan ikutdibawa. Maka dari itu pandai-pandailah memilah perkataan
orang diluar. Walaupunkamu sudah pintar atau mumpuni, jangan berhenti
sampai disana, karena masihbanyak hal yang belum kau pelajari.”
“Cintailah kehidupan, dan kehidupan akan mencintaianda. Cintailah orang lain, dan mereka akan mencintai saya” -Arthur Rubinstein-
MAKNA HIDUP DALAM PERSPEKTIFFILSAFAT EKSISTENSIALISME
Filsafat
eksistensialisme terkenal dengan teori yangmenyangkut
eksistensi(keberadaan) mendahului essensi (isi). Bahwa keberadaanatau
adanya sesuatu hal akan mendahului makna didalamnya .para
filsufeksistensialisme meyakini bahwa pembentukan manusia tercipta
karena adanyawadah /eksistensi (bentuk fisik manusia) yang kemudian
melahirkan danmengembangkan pemikiran sehingga terbentuk Jiwa / essensi
(isi).
Dalam pandangan eksistensialisme makna akan terciptamelalui
pemikiran yang dimunculkan oleh sistem tubuh manusia secara
fisiktersebut. sehingga pendefinisian-pendefinisian yang dilakukan oleh
manusia akanmelahirkan makna-makna dalam lingkungan dan dunia
sekitarnya.
Pencarian makna manusia dipelajari
dalameksistensialisme, yang menyatakan tentang adakah tuhan dan fungsi
tuhan sertahubungatgnya dengan manusia. Namun filsuf tak mampu menemukan
ataumendefinisikan hubungan Tuhan dan manusia dalam kaitan makna hidup.
Inimenjadikan mereka tak memilih untuk mempercayai adanya Tuhan.
Albert
Camus adalah salah satu Filsuf eksistensialismeyang menjabarkan teori
absurditas tentang makna hidup menjabarkan Bahwa hidupseseorang haruslah
absurd. Dalam hal ini hidup seseorang yang mampu “melampaui”(walking
through) masalah untuk menjadi diri yang autentik. Diri yang
autentikadalah diri yang sesungguhnya, diri yang mampu menemukan makna
hidupnya. Upayamelampaui itu dengan cara menjadi “pemberontak” terhadap
hal-hal yang selamaini menghalangi individu menjadi diri yang auntentik.
Menjadi kreatif sebagaiupaya meraih makna diri.Menyingkap selubung atau
tabir yang ada dalam diriindividu. Menjadi pemberontak dalam hidup
artinya menjadi berani untuk menerimadan menghadapi masalah yang ada.
Seringkali, istilah pemberontak disalahartikan sebagai pelanggaran
norma-norma.
Arthur Schopenhauer, seorang ahlifalsafah
abadke-19
memberikan jawapan yang suram dengan penentuannya bahawa hidup
cumamerupakan bayang kehendak seseorang dan kehendak ini merupakan
desakan yangtidak bertujuan, tidak rasional dan yang menderitakan. Walau
bagaimanapun,beliau menganggapi bahawa penyelamatan, pembebasan ataupun
pelepasan daripadapenderitaan boleh didapati melalui pentafakuran,
simpati kepada orang lainserta penghidupan
zahid.
Menurut ahli falsafah
Martin Heidegger,
manusia dilontarke kewujudan. Pendukung eksistensialisme menganggapi
bahawa pelontaran iniwujud sebelum apa jua pemikiran dan gagasan yang
dipunyai manusia atautafsiran-tafsiran tentang dirinya sendiri yang
diciptanya. Sebagaimana yangdikatakan oleh Jean-Paul Sartre: "kewujudan
datang sebelum intipati","manusia wujud terlebih dahulu, menemukan diri,
meluru dalam dunia dankemudiannya baru mentakrifkan diri. Tiadanya
sifat manusia disebabkan tiada
Tuhan untukmengkonsepsikannya."
Oleh
sebab ketiadaannya sifat manusia yangdipastikan terlebih dahulu atau
penilaian terakhir selain daripada apa yangditonjolkan oleh manusia
kepada dunia, manusia cuma boleh dinilaikan ataupunditafsirkan melalui
tindakan-tindakan dan piihan-pilihan mereka. Pilihanmerupakan penilai
yang terakhir. Sekali lagi Jean-Paul Sartre disebut sebagaiberkata:
"Manusia tidak merupakan apa-apa selain daripada apa yangdijadikannya
kepada diri sendiri"
Pandangan penyokong humanisme
Bagi penyokong humanisme, tujuan hidup adalahterbina dalam, yakni untuk
membiak.
Inilah cara bagaimana manusia menjadi apa yangterwujud sekarang:
makhluk membiak berturut-turut dalam evolusi tidak berpandu,sebagai
sebahagian utama alam semula jadi yang berwujud kendiri. Tujuan
hidupadalah tidak sama dengan tujuan manusia walaupun ia merupakan salah
satufaktornya. Tujuan manusia diputuskan oleh manusia sendiri tanpa
sebarangpengaruh kuasa ghaib. Serupa juga dengan pengetahuan yang bukan
berasalnyadaripada sumber-sumber kuasa ghaib, tetapi teralir daripada
pencerapan,pengujikajian dan analisis rasional, seelok-eloknya melalui
kaedah sains:
sifat alam semestamerupakan apa yang kita menanggapnya. Begitu juga
dengan nilai-nilai etika yangberasal daripada keperluan dan kepentingan
manusia yang telah diuji melaluipengalaman.
Kepentingan kendiri
yang memakrifatkan merupakanteras humanisme. Hal yang terpenting dalam
hidup ialah manusia, dan sebagaipelanjutan, ras manusia dan
alam sekitar
yang kita hidup. Kebahagiaan seseorangtidak boleh dipisahkan daripada
kebahagiaan kemanusiaan pada keseluruhannya.Antara sebabnya, kita adalah
makhluk sosial yang memperolehi makna daripadaperhubungan-perhubungan
serta kerana kemajuan kebudayaan memanfaatkan setiaporang yang hidup
dalam budaya itu.
Apabila dunia bertambah baik, kehidupan
jugaberikut bersama-sama. Sedangkan setiap orang ingin berhidup secara
sempurna,pendukung humanisme berpendapat bahawa adalah mustahak bahawa
hasrat ini ditujudengan cara yang mempertingkatkan kedudukan semua
manusia. Walaupun evolusispesies manusia merupakan sebahagian besar
daripada fungsi alam semula jadi,evolusi kemanusiaan adalah di dalam
tangan kita sendiri. Oleh sebab itu, kitabertanggung jawab untuk
memajukannya sehingga mencapai idaman yang tertinggi.Dengan cara yang
sama, humanisme juga tengah berkembang disebabkan pendokongnyamenyedari
bahawa nilai-nilai dan idaman-idaman, jadi juga makna hidup,tertakhluk
kepada perubahan yang selaras dengan perkembangan pemahaman kita.
Pandangan penihilis
Friedrich Nietzsche
menyifatkan nihilismesebagai pengosongan dunia, terutamanya kewujudan
manusia, daripada makna,tujuan, kebenaran yang dapat difahami, ataupun
nilai-nilai yang terpenting.Istilah "nihilisme" datangnya daripada
bahasaLatin,
nihil, yang bermakna "tidak ada apa-apa". Nietzschemenyifatkan agama
Kristian
sebagai sebuah agama nihilisme kerana iamemindahkan makna hidup dari
dunia ini kepada apa yang dikatakan hidup selepasmati. Beliau juga
menganggapi nihilisme sebagai kesudahan yang semula jaditentang gagasan
ketiadaannya
Tuhan, dan berkeras mengatakan bahawa makna hidup harusdipulangkan ke dunia ini.
Martin Heidegger
menyifatkannihilisme sebagai keadaan yang tidak ketinggalan apa-apa
mengenai hidup",dan memperdebatkan bahawa nihilisme bergantung kepada
nilai hidup sahaja.
Nihilisme menolak segala tuntutan
mengenaipengetahuan dan kebenaran, dan menjelajah makna hidup tanpa
kebenaran yangdapat diketahui. Walaupun nihilisme bercenderung kepada
sifat mudah berputusasa, seseorang boleh mencari kekuatan dan alasan
untuk keraian melalui pelbagaihubungan manusia yang unik. Dari segi
nihilisme, sumber nilai-nilai moral yangmuktamad adalah lebih pada
individu daripada kebudayaan atau asas rasional(ataupun asas objektif)
yang lain.
Pandangan positivis
Mengenai makna hidup,
Ludwig Wittgenstein dan penyokong-penyokongpostivisme logik berkata:
"Darisegi
bahasa, soalan ini tidak bermakna. Ini disebabkan "makna x"merupakan
istilah hidup yang sering dikaitkan dengan akibat x atau maksud
x,ataupun dengan sesuatu yang kena diambil perhatian mengenai x, dan
sebagainya.Apabila "hidup" dipergunakan sebagai "x" dalam frasa"maksud
x", penyataan itu berulang dan menjadi karut."
Dengan kata lain,
benda-benda dalam kehidupanseseorang boleh mempunyai makna
(kepentingan), tetapi hidup pada dirinya tidakmempunyai makna apabila
diasingkan daripada benda-benda tersebut. Dalam konteksini, kehidupan
seseorang dikatakan mempunyai makna (makna kepada dirinyasendiri dan
kepada orang lain) dalam bentuk peristiwa-peristiwa disepanjanghidupnya
serta kesudahan hidupnya dari segi pencapaian, pusaka, keluarga,
danlain-lain lagi. Tetapi untuk mengatakan bahawa hidup pada dirinya
mempunyaimakna merupakan kesalahgunaan bahasa kerana apa yang bermakna
ataupun yangpenting cuma berkaitan dengan sesiapa yang mengalaminya.
Bahasa
cuma boleh menyempurnakan jawapan yangbermakna sewaktu ia merujuk
kepada alam di dalam alam hidup. Akan tetapi initidak boleh jadi kerana
sewaktu soalan ini keluar daripada lingkungan bahasadan melanggari had
konteks bahasa, ia menjadi rosak. Jawapan kepada soalan yangrosak
merupakan jawapan yang silap ataupun tidak kena mengena.
Ahli-ahli
falsafah selain Wittgenstein telah cubamenemui apa yang bermakna di
dalam kehidupan melalui penyelidikan kesedaran didalamnya. Akan tetapi
sewaktu ahli-ahli falsafah tersebut cuba mencari tafsiran"Makna Hidup"
yang holistik untuk kemanusiaan, mereka menemuikebuntuan oleh model
linguistik Wittgenstein.
Positivisme logik menegaskan
bahawapenyataan-penyataan bermakna cuma jika ia dapat
ditentusahkan.Penyataan-penyataan boleh ditentusahkan cuma dengan dua
cara yang berbeza samasekali:
- penyataan empirik, termasuknya teori-teori saintifik yang boleh ditentusahkan dengan uji kaji dan bukti; dan
- kebenaran analisis yang merupakan betul atau salah mengikut tafsirannya.
Selain
daripada ini, yang lain termasuknya etikadan estetika tidak bermakna
dan tergolong dalambidang "metafizik". Sebagai kesudahan, falsafah yang
sungguh-sungguhtidak boleh terlibat dalam metafizik. Oleh sebab itu,
kebebasan bertindak tidakmerupakan kenyataan yang tegas oleh penyokong
positivisme, sedangkan teleologi merupakan bidang yang terdekatyang
dapat ditentusahkan.
Pandangan pragmatis
Ahli-ahli
falsahah pragmatisme mencadangkanbahawa lebih daripada kebenaran hidup,
kita perlu mencari pemahaman hidup yangberguna.
William James
memperdebatkan bahawakebenaran boleh dicipta tetapi tidak boleh dicari.
Oleh sebab itu, makna hidupmerupakan kepercayaan mengenai tujuan hidup
yang tidak boleh bercanggah denganpengalaman kehidupan seseorang yang
bertujuan. Secara am, ini bermaksud:"Makna hidup merupakan tujuan-tujuan
yang menyebabkan andamenghargainya." Kepada penyokong pragmatisme,
makna hidup, yakni kehidupananda, boleh ditemui cuma melalui pengalaman.
Pragmatisme adalah aliran fikiran falsafah yangberasal dari Amerika Syarikat pada akhir
1800-an.Pragmatisme disifatkan oleh desakan akibat-akibat, kebergunaan, danpraktikalnya sebagai bahan-bahan kebenaran.
Pragmatisme
membantah pandangan bahawakonsep-konsep manusia dan daya fikirnya
melambangkan hakikat, dan oleh sebabini, ia bertentangan dengan aliran
fikiran falsafah
formalis dan
rationalis.
Lebih daripada ini,pragmatisme menganggapi bahawa cuma melalui
perjuangan organisma yang cerdasdengan persekitarannya bahawa
teori-teori dan data dapat memperolehikepentingan. Walau bagaimanapun,
pragmatisme tidak menganggapi bahawa kesemuayang berguna atau praktikal
kena dianggapi sebagai yang benar, termasuknya apa-apayang membantu
kehidupan kita pada jangka masa yang pendek; penyokongpragmatisme
memperdebatkan bahawa apa yang kena dianggapi sebagai benarmerupakan apa
yang terbanyak menyumbang kepada kebaikan manusia dalam jangkamasa yang
panjang.
Pada praktiknya, ini bermakna bahawa bagipenyokong
pragmatisme, tuntutan teori kena terikat kepada prosedurpenentusahan,
yakni seseorang harus berupaya membuat ramalan dan mengujikannya,dan
pada akhirnya, keperluan manusia boleh memandukan laluan tanya
siasatmanusia.
Pandangan penyokong transhumanisme
Transhumanisme
merupakan lanjutan kepadahumanisme. Serupa dengan humanisme, ia
mengajukan bahawa kita harus mencarikebaikan manusia pada keseluruhnya.
Tetapi ia juga menegaskan bahawa kita harusmemperbaiki
badan kita secara aktif melalui
teknologisupaya dapat mengatasi had-had
biologi seperti kematian, kelemahan fizikal,
muatan ingatan, dan sebagainya.Mula-mulanya, ini bermakna kita semua harus menjadi
manusia bionik, akan tetapi dengankemunculan
biokejuruteraan, pilihan lain telah disediakan. Olehsebab itu, tujuan utama transhumanisme adalah untuk menjadikan manusia sebagaiposmanusia (
posthuman), iaitu waris kepada
homosapiens:
homo ekselsior.
Pencapaian matlamatyang terunggul ini sudah tentu akan dipergunakan
untuk penduduk semasa sebelummereka mengalami akibat-akibat kematian
atau menjadi tua. Pandangan-pandanganyang serupa termasuk
ekstropianisme
dan ekstensi kehidupan.Oleh sebab itu, dari segi lima tafsiran yang
dikemukakan pada permulaan rencanaini, makna hidup bagi penyokong
transhumanisme adalah bahawa:
- hidup berasal daripada evolusi;
- sifat hidup merupakan apa sahaja yang kita menanggapnya melalui pencerapan saintifik dan pengukuran;
- manusia, dan apa yang dia akan berkembang terjadi, merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan;
- hal-hal
yang paling bernilai dalam kehidupan merupakan keupayaan berbaik
dengan orang lain dan pemajuan cara hidup kesemua manusia; adalah
sangat penting bagi kita mengawalkan sifat kehidupan untuk
memperbaiki sifat-sifat kita.
Kepercayaan agama
Sering
disarankan bahawa agama merupakan gerakbalas keperluan manusia bagi
memberhentikan kekeliruan, atau ketakutan mati(dan hasrat iringan untuk
menghidup). Dengan mentakrifkan sebuah alam di luarkehidupan (alam
rohaniah), keperluan ini dapat dipenuhi dengan pembekalanmakna, tujuan
dan harapan untuk kehidupan kita yang tidak bermakna, tidak
bertujuanserta yang terbatas. Kebanyakan orang yang percaya kepada Tuhan
peribadi akanbersetuju bahawa Tuhan adalah "di mana kita hidup,
bergerak danwujud". Menurut tanggapan ini, kami harus mencari pihak yang
berkuasa yangboleh memberikan makna kepada kehidupan kita dan
membekalkan kita dengan tujuanmelalui panduannya. Keputusan mempercayai
pihak berkuasa ini digelarkan"pelompatan kepercayaan" dan pada umumnya,
kepercayaan ini merupakanmakna hidup orang yang beriman.
Sebuah contoh yang menunjukkan bagaimana agamaboleh mencipta tujuan boleh didapati dalam cerpen penciptaan
Wasiat Lama:tujuan
manusia adalah untuk "berhasil, berganda dan menambah lagi di
alam,serta menaklukinya" Genesis 1:28. Ini mempertunjukkan bahawa
pembiakan,pemeliharaan alam dan kawalan persekitaran merupakan tiga
tujuan yang telahditetapkan oleh Tuhan untuk manusia. Walau
bagaimanapun, arahan-arahan yangdiberikan oleh Tuhan dan makna hidup
(atau tujuan kewujudan) tidak merupakanbenda yang sama.
Lagi satu contoh, yakni kali ini daripada
Wasiat Baru,adalah dua rukun yang teragung daripada Mark 12:28-31:
"Rukunyang
pertama di antara semua rukun ialah: 'Dengar, O Israel, Tuhan adalah
satu.Dan engkau kena memberi kekasihan kepada Tuhan dengan setulus hati,
dengansetulus jiwa, dengan segala minda, dan dengan segala kekuatan.
Ini merupakanrukun pertama. Dan yang kedua adalah: "Engkau kena
menyayangi jiran engkauseperti diri kendiri.' Tiadanya rukun yang lebih
mustahak daripada rukun-rukunini."
"Soal Jawab Agama Secara RingkasWestminster" ("
The Westminster Shorter Catechism")menyelidiki
sejarah mengenai apa yang Tuhan telah mengajari manusia,
danmeringkaskannya pada permulaan terbitannya: "tujuan utama manusia
adalahuntuk menyembah Tuhan, dan merasai nikmatNya untuk
selama-lamanya".
Pandangan
Islam adalah bahawaTuhan mencipta manusia untuk satu tujuan sahaja, iaitu untuk menyembahNya:"Aku tidak mencipta
jindan
manusia melainkan untuk menyembah Aku." (Qur'an, 51:56).
Penyembahandalam Islam bukan sahaja bermakna melaksanakan upacara amal,
tetapi jugamerangkumi bekerja, menghasilkan, membuat pembaharuan serta
meningkatkan tarafpenghidupan supaya dapat mentaati Allah. Bagi orang
Islam, hidup adalah satuujian. Kejayaan anda dalam ujian ini akan
menentukan ke mana anda akan pergi:
Syurgakah ataupun
Neraka.
Meskipun,
tiada satu pun daripadapendekatan-pendekatan ini dapat memberi jawapan
yang sempurna kepada soalan"Apa makna hidup?" apabila soalan ini
ditanyai dalam konteksfalfasah. Bukannya jawapan yang sempurna bila
dikatakan: "Percayailah danengkau akan memahami." Ini disebabkan ia
tergantung kepada kepercayaanyang membuta babi terhadap pengajaran yang
disampaikan, dan bukannya melaluilogik, kebijaksanaan dan pengalaman
peribadi. Dari segi ini, agama cumamemberitahu anda melalui siri rukun
tentang apa yang kena dipercayai dan apaperlu dibuat.
Jawapan-jawapan
teologi yang tulen seumpama inimenimbulkan soalan-soalan lain.
Contohnya, sekira kita wujud untuk mematuhi,bagaimanakah pematuhan ini
akan memperbaiki kita? Sekiranya kita hidup untukmenyembah Tuhan, apakah
tujuan Tuhan, dan bagaimanakah ini akan memperbaikikita? Bagi
orang-orang yang beriman, mereka mungkin juga berasa
bahawaperintah-perintah yang dogmatik sebegini tidak memuaskan.
Pandangan rohaniah
Mitch Albom mengemukakan beberapa persoalan yangmenarik dalam buku larisnya, "Selasa-selasa dengan Morrie" ("
Tuesdayswith Morrie") mengenai seorang
profesornya
yang hampir mati. KehidupanAlbom sebagai pengarang sehingga masa itu
sia-sia sahaja kerana beliau mengejaribenda-benda yang dikatanya salah:
rumah-
rumah yang lebihbesar, kereta-
keretaSUV
yang lebih besar,dan pendapatan yang lebih lumayan. Walau berapa besar
pun, benda-benda tersebuttidak dapat mengisikan kekosongan hidupnya.
Hakikat yang kita semua kenamenghadapi adalah serupa dengan apa yang
disedari oleh Morrie sewaktu beliaumenghidapi penyakit
Lou Gehrig,
yakni dunia masih sama hijau dengan masasebelum beliau menghidapi
penyakit yang boleh membawa maut itu. Dunia tidakakan berhenti ataupun
tamat kerana anda mati. Pengalaman profesor itu sentiasamenghantuinya
yang mengamalkan penghidupan
egosentrik.
Albom belajar daripadaProfesor Morrie bahawa makna hidup yang benar
adalah untuk memberi, menyayangidan berkongsi apa-apa yang anda ada, dan
benda-benda ini diturunkan pula darisatu generasi ke satu generasi.
James Redfield memberi pandangan
Zaman Baru("
New Age) terhadap makna hidup dalam bukunya, "RamalanCelestine" ("
The Celestine Prophecy).
Beliau menyarankanbahawa makna hidup boleh ditemui dalam diri sendiri,
melalui siri wawasanrohaniah peribadi. Kemudian, dalam bukunya yang
dikarang bersama-sama denganMichael Murphy bertajuk "Tuhan dan Alam
Semesta yang Berkembang: Langkahyang berikut dalam Evolusi Peribadi" ("
God and the EvolvingUniverse: The Next Step in Personal Evolution") (
2002), beliaumenuntutkan bahawa kemanusian hampir-hampir dalam proses mengalami pertukarankesedaran.
.
#--Filsafat Hidup
Filosofi
hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup.Semua orang yang masih
eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, prinsiphidup maupun
filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda di antara satudengan
lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap orang itu tidak sama,
setiaporang itu unik, setiap orang merupakan mahluk individualisme yang
membedakansatu dengan lainnya
Ada yang mempunyai tujuan hidup yang
begitu kuat,namun prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang
yang mempunyai tujuanhidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang
kuat. Ini tidaklah menjadisuatu permasalahan, yang penting seberapa
baiknya seseorang menyambung hidupnyadengan berbagai persoalan dunia
yang ada, atau dengan kata laiinyabagaimana kondisi psikologis/jiwa
seseorang dalam menjalani hidupnya.
Prinsip hidup masih jauh
kaitannya dengan psikologi,namun psikologi mau tau mau berhubungan
langsung dengan prinsip hidup. Karena,dengan menijau prinsip hidup
seseorang dapat diketahui kondisi jiwa seseorang.Prinsip hidup dan
filosofi hidup sangat luas cakupannya,tidak hanya ditinjaudari segi
psikologi, tapi seluruh\cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsiphidup
seseorang dapat diambil dari perspektif psikologi, agama,
seni,literatural,metafisika, filsafat dsb.
Bagisebagian
orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai panutan hidup,
agarseseorang dapat hidup dengan baik dan benar. Adapula sebagaian orang
yang tidakmenghiraukan apa itu tujuan hidup dan filosofi hidup, ia
hanya hidup mengikutiarus yang mengalir dan sebagian orang lagi, terlalu
kuat memegang tujuan hidupdan filosofi hidupnya sehingga membuat ia
menjadi keras dan keras, Jadi,kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang
bisa ditinjau dari filosofi hidupnya,yaitu orang yang lemah, orang yang
netral dan orang yang keras.
Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan
dari seorang pemikir-pemikir jenius yangbijaksana, bebas dan terpelajar.
Biasanya orang tersebut dianggap sebagaiseorang filsuf, pelopor
kebijakan. Masing-masing negara memiliki tokohfilosofinya. Orang pertama
yang memperkenalkan filsafat hidup ke dalam ilmupengetahuan adalah
orang Yunani yang kebetulan pada saat itu negaranyamerupakan negara yang
bebas dalam berkarya. Terbukti begitu banyak para filsufterkenal
kebanyakan dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato danSocrates.
Socrateslah
yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu pengetahuan,maka
dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu psikologi, Bapak
SigmudFrued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi yang paling banyak
memberikan sumbangsihterhadap ilmu pengetahuan.
Kedua tokoh dunia
ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa untukmenciptakan
pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari segala sesuatu,meskipun
cakupannya berbeda, namun, psikologi dan filsafat tidak bisa
dipisahkandan sebaliknya. Banyak tokoh psikologi yang semula mempelajari
filsafatkemudian melanjutkan pengetahuannya ke bidang psikologi.
Beberapa kata kutipan yang diambil dari kedua tokoh ini, yakni :
”
Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan,itulah yang kau sebut
kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan dimana orang tidak
mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi.(Socrates)”.
Dan,
” Mereka yang percaya, tidak berpikir. Mereka yangberfikir, tidak percaya (Sigmud Frued)”.
Disini
dapat dilihat, bahwa terjadi suatu studibanding antara keduailmu
tersebut, Masing-masing membicarakan asal asul segalasesuatu menurut
perspektif ilmunya. Namun, dari kedua ilmu tersebut mempunyaisuatu
kesamaan, bahkan banyak kesamaan yang membahas mengenai asal
mulanyasesuatu yang pasti ada hubungannya dengan manusia dan alam
sekitarnya.
Seorang Socrates membicarakan kebahagiaan dan
seorangSigmund Frued membicarakan pikiran, tentunya kedua hal ini
mempunyai kaitanyang cukup besar. Filosofi hidup yang diberikan oleh
Socrates mengenai kebahagiaandapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari dan Ilmu psikologi yang diberikanoleh Sigmund Frued mengenai
pikiran (alam sadar atau alam bawah sadar) dapatdijadikan landasan
seseorang untuk mencapai kebahagiaan.
Oleh sebab itu, seseorang
yang mempelajari psikologimaupun tidak, harus memiliki satu tujuan hidup
atau filosofi hidup agar bisaberkembang, dan seseorang yang mempelajari
filsafat maupun tidak, harusmemperhatikan apakah dan bagaimanakah agar
filosofinya dapat diterapkan denganbaik dan benar sehingga mempunyai
psikologis/jiwa yang sehat untuk maju danberhasil.
“Jika seseorang tahu kebenaran yang mendasar tentangsegala sesuatu, maka itulah inti pengetahuan’.
pengetahuanseseorang
tentang kebanaran tidaklah cukup, bahkan dari komentar
filosofsekalipun tentang kehidupan, saya masih belum memperoleh
ketenangan,mungkin setelah kita mengenal hidup pasti kita akan mengenal
yang dinamakansebuah kegembiraan atuapun ksesusahan yang akan berefek
pada penderitaan,
Bisa jadiSalah satu eksistensial adalah
Penderitaan; kehidupan identik denganpenderitaan, bertahan hidup identik
dengan menemukan makna didalam penderitaan.Jika hidup memang memiliki
tujuan, maka penderitaan dan kematian seharusnya jugamemiliki tujuan.
Meskipun demikian, tidak ada orang yang bisa menunjukkantujuan hidup
orang lain.
Dalam penderitaan-penderitaan tertentu; terkadang orang
bertindak irasional.Apatis adalah mekanisme pertahanan yang dibutuhkan
(saat penderitaan memuncak,seperti di kamp kosentrasi Nazi). Realitas
mengabur, semua upaya dan emositerpusat pada satu tujuan; mempertahankan
hidupnya dan hidup orang lain. Mudahdipahami, jika kondisi tertekan,
ditambah keharusan untuk terus memusatkanperhatian pada upaya untuk
bertahan hidup, kehidupan batin para tahanan(seperti di dalam kamp
kosentrasi Nazi) ditekan sampai pada titik yang palingprimitive.
Sehinggabenarlah
kata-kata; “Reaksi abnormal terhadap situasi abnormal merupakantingkah
laku yang normal”. Setiap orang harus menemukan sendiri tujuan
hidupmereka masing-masing, dan harus menerima tanggung jawab yang muncul
didalamnya.
Jikaberhasil, dia akan terus berkembang,
meskipun hidup ditengah kehinaan. Franklmengutup kata-kata Nietzsche; He
who has a why believe for can bear whithalmost any how (‘Dia yang
memiliki, mengapa untuk hidup, akan bisa bertahandalam hampir semua
bagaimana”)
Jangan mencari sukses –semakin keras kamu berupaya dan
menjadikan suksessebagai target, semakin sulit kamu meraihnya. Kerena
sukses, seperti jugakebahagiaan, tidak dapat dikejar; dia harus terjadi,
dan itu hanya bisa diraihsebagai efek samping dari dedikasi pribadi
seseorang terhadap upaya yang lebihbermakna, sebagai produk samping dari
penyerahan seseorang kepada orang lain diluardirinya sendiri.
Kebahagiaan akan didapat, begitu juga keberhasilan; kamu harusmembiarkan
datangnya tanpa memedulikannya.
Meskipun jumlahnya sedikit,
orang-orang itu (yang mampu bertahan di kamp Nazidengan moralitas yang
“cukup”) menjadi bukti yang cukup, bahwa apapun bisadirampas dari
manusia kecuali satu; kebebasan terakhir seorang manusia–kebebasan untuk
menentukan sikap hidup dalam setiap keadaan, kebebasan untukmemilih
jalannya sendiri.
Sebuah kehidupan yang aktif memberi manusia
kesempatan untuk meraih nilai-nilaihidup dalam bentuk karya kreatif,
sementara kehidupan yang pasif dan penuhkebahagiaan memberi manusia
kesempatan untuk meraih kepuasan dengan kenikmatankeindahan, seni, atau
alam. Tetapi hidup yang hampir-hampir tidak diisi kreatifitasdan
kebahagiaan, yang hanya memberi seorang kemungkinan untuk menerapkan
sikapmoral yang tinggi, bisa juga memiliki tujuan; yaitu melalui cara
orang itumenyikapi hidupnya, kehidupan yang dibatasi oleh berbagai
tekanan luar. Diatidak bisa menjalani hidup yang kreatif dan bahagia.
Tetapi, bukan hanyakreatifitas dan kebahagiaan saja yang memberi makna.
Jika
hidup benar-benar memiliki makna, makaharus ada makna didalam
penderitaan. Karena penderitaan merupakan bagian takterpisahkan dari
kehidupan manusia, meskipun penderitaan itu merupakan nasibdan dalam
bentuk kematian. Tanpa penderitaan dan kematian, hidup manusia
taksempurna
Kata Latin finismemiliki
dua arti; yaitu akhir atau selesai, dan sebuah tujuan untuk
diraih.Seseoarang yang tidak bisa melihat akhir “kehidupan
sementara”-nya, tidak akanbisa meraih sasaran tertinggi dalam hidupnya.
Dia tidak lagi hidup untuk masadepan, berbeda dengan kehidupan manusia
normal. Spinosa dalam bukunya “Ethics”mengatakan; “Affectus, qui
passio est, desinit esse passio simulatque eiusclaram et distinctam
formamus ideam.” Emosi yang sedang menderita, tidak akanlagi menderita
setelah kita membuat gambaran yang jelas dan benar daripenderitaan
tersebut.
Dia tahu “mengapa” ia hidup, akan
mampu menghadapi yang “bagaimana” pun. KataNietzsche; “was mich nicht
umbringt, macht mich staeker” (segala sesuatu yangtidak membunuh saya,
membuat saya jadi lebih kuat)”. Ada kata-kata lain; Was duerlebst, kann
keine Macht der Welt dir rauben (Tidak ada satu kekuatan pundibumi ini
yang bisa merampas darimu pengalaman hidup yang sudah kamu jalani).Tidak
hanya pengalaman, tetapi juga semua perbuatan kita, gagasan hebat
yangmungkin pernah kita pikirkan dan semua penderitaan kita; semua itu
tak akanhilang, meskipun sudah berlalu, semuanya bisa dihidupkan
kembali, barangkalikehidupan yang paling nyata.
Mencari makna dalam hidup
Makna
adalahpengenalan tempat-tempat segala sesuatu didalam suatu system.
Pengenalanseperti itu terjadi jika relasi sesuatu yang lain dalam system
tersebut menjaditerjelaskan atau terpahamkan. Husein Syed Muhammad
Naquib al-Alatas dalam,“Konsep Pendidikan dalam Islam: Suatu Rangka
Pikir Pembinaan FilsafatPendidikan Islam (Mizan, 1984). Spinosa dalam
bukunya “Ethics” mengatakan;“Affectus, qui passio est, desinit esse
passio simulatque eius claram etdistinctam formamus ideam.” Emosi yang
sedang menderita, tidak akan lagimenderita setelah kita membuat gambaran
yang jelas dan benar dari penderitaantersebut.
Ini memang masuk
akal; tetapi banyak orang yangmeninggalkan “makna” kejelasan dalam
system karena kenikmatan yang didapat(lihat saja orang yang korupsi
awal-awal, terjebak dalam system), biasanyaorang itu akan “merasa
bersalah”, kemudian meningkat menjadi “rasionalisasi”tindakan walaupun
rasionalisi bisa diartikan (upaya singkronisasi system),tetapi kadang
system itu terpatah-patah tetap akan dibuat. Lihat saja upaya“tidak
rasional argument” karena upaya rasionalisasi kesalahan.
Contoh
lain; waktu orang menginginkan sesuatu misalnyacita-cita (ingin jadi
dokter, ulama dan lain-lain), lalu gagal. Maka biasanyauntuk pertahanan
diri atau apa ia membuat “rasionalisasi’ sehingga tindakannyayang
sekarang bisa masuk system makna. Misalnya toh dengan berdagang saya
bisakaya (pengganti dokter yang akan kaya), dan tetap bisa bermanfaat
untuk umatdengan shodaqoh dan lain-lain (pengganti keinginan ulama).
Logoterapi
terlalu rasional (sangat menganggap manusiaitu rasional) padahal kadang
dan sering manusia hanya bertindak karena instink,kesenangan. Untuk
para neurosis yang intelektual sangat memungkinkan(dicntohkan dirinya
sendiri [Frankl] dan teman-teman ilmuwannya saat di kampNazi)
Mencari makna untuk hidup
Upaya
manusia untuk mencari makna hidup merupakanmotivator utama dalam hidup
bukan “rasionalisasi skunder” yang muncul karenadorongan naluriah. Makna
hidup ini merupakan suatu yang unik dan khusus,artinya dia hanya bisa
dipenuhi oleh yang bersangkutan; hanya dengan caraitulah dia bisa
memiliki arti yang bisa memuaskan keinginan orang tersebutuntuk mencari
makna hidupnya.
Beberapa penulis berpendapat
bahwamakna-makna dan nilai-nilai hidup tersebut tidak lain dari
mekanisme pertahanandiri, formasi reaksi (reaction formation) dan
sublimasi. Kata Frankl manusiabisa hidup bahkan mati demi meraih impian
dan nilai-nilai hidupnya.
Inilah makna kata-kata; Penderitaan
tidak lagi menjadi penderitaan ketikadia sudah menemukan maknanya,
misalkan makna sebuah pengorbanan. Perhatianutama manusia bukan untuk
mencari kesenangan atau menghindari kesedihan, tetapimenemukan makna
dalam hidupnya. Itulah sebabnya manusia bahkan siap untukmenderita,
dengan syarat dia yakin bahwa penderitaan itu memiliki makna.
TetapiFrankl cepat-cepat mengatakan bahwa tidak berarti penderitaan
selalu diperlukandalam upaya manusia mencari makna.
mungkin sampai pada makna hidup tapi bukan hidup, mati bukannya mati...
kita
dapat meliahat pada : AKu dalam Ke Aku-an AKU dan ini bisa dilihat
melaluisisi rohani dan rohani dalam inilah yang dinamai atman dalam
kitab veda. atmaninilah yang dicari dengan jalan pertapaan kalau
dalam islam bisa disebut Sulukdalam Tarekat atau sama yang dilakukan
nabi pada saat menerima wahyu pertama digua hiro'. apakah atman itu?
penghabisan kitab veda bagian bernama Upanishad,memeriksa sifatnyaathman
itu. disana diterangkan bahwa, badan manusia itubukanlah diri,bikanlah
sari, karna badan itu bertukar dari bayi sampai balighdan akhirnya tua
trus mati,juga diri dalam mimpi itu bukalah diri sebetulnya,sebabnya
diri itupun dibawah pengaruh pengalaman sehari - hari. Diri dalamtidur
tak bermimpi juga bukan diri, sebab dalam hal itu, diri itu kosong.
Dirisebetulnya ialah sadaran alam yang terdiri atas dirinya sendiri dan
buatdirinya sendiri.maksud upanishad membedakan 3 tingkatannya jiwa :
Bangunan ,bermimpi dan tidur (nyenyak). ketiga tingkatan inin termasuk
pada tingkatan ke4 ialah " kesadaran gaib" (intuitional consciusnes).padakesadaran
goib inilah hilang lenyap semua pengetahuan dengan benda didalam
dandiluar badan. inilah yang tak tertukar dan terus tetap pada dunia
pertukaran.
Kehidupanmerupakan anugerah dan amanah sebagai ciptaan Tuhan
Kehidupanmerupakan cobaan hidup yang selalu dirundung suatu permasalahan
Kehidupanmerupakan penebus dosa serta merupakan suatu proses reinkarnasi
Kehidupanmerupakan suatu hirarki, dimana setiap tingkat sruktur biologis merupakanpengembangan dari tingkatan di bawahnnya
Kehidupanmerupakan
suatu kisah yang penuh berliku. kelangsungannya senantiasa berputar
-putar di ruang lingkup yang serupa dari satu generasi sejak mula
manusiadiciptakan hinggalah menjejak kepada waktu yang paling hampir dan
kisahnyaselalu berulang - ulang
wassalam.. ,,,