Aku berfikir demikian mungkin karena aku bingungkebingungan dengan ketidak tahuanku akan letak kebingunganku yang mungkin tidakpaham akan makna hidup dan kehidupan. Aku merenung, tafakkur untukberihtisab atau introspeksi. Ya, banyak sekali kesalahanku dalam menjalanihidup ini. “Astaghfrullah, ampuni atas segala kekhilafanku Ya Allah,terimakasih telah Engkau sadarkan aku, tuntunlah aku untuk kembali menapakijalan-Mu yang telah Engkau tunjukkan kepadaku”. Kataku dalam hati.
sebeluntulnya untuk mengetahui makna arti, definisi HIDUP, kitaharus berfilsafat dan untuk berfilsafat kita kita harus paham tentang apafilsafat itu sendiri
Pengertian Filsafat
Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitudari kata “philos” dan “Shopia”. Philos artinya cinta yang sangatmendalaM, dan sophia artinya kearifan atau kebijakan. Jadi arti filsafatsecara hrfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadapat kearifan ataukebijakan. Filsafat dapat diartikan sebagai suatu pendirian hidup (individu)dan dapat juga disebut pandangan hidup (masyarakat). Pada bagian lain HaroldTisus mengemukakan makna filsafat yaitu :
1. Filsafat adalah suatu sikap tentang hidup dan alamsemesta
2. Filsafat adalah suatu metode berpikir rekflektifdan penelitian penalaran
3. Filsafat adalah suatu perangkat masalah-masalah
4. Filsafat adalah seperangkat teori dan sistemberpikir
Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan/ pemikiranmanusia memiliki peran yang penting dalam menentukan dan menemukaneksistensinya. Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak semua berpikir dapatdikategorikan berfilsafat. Berpikir yang dikategorikan berfilsafat adalahapabila berpikir tersebut mengandung tiga ciri yaitu radikan, sistematis danuniversal. Untuk ini filsafat menghendaki lah pikir yang sadar, yang berartiteliti dan teratur. Berarti bahwa manusia menugaskan pikirnya untuk bekerjasesuai dengan aturan dan hukum-hukum yang ada, berusaha menyerap semua yangbersal dari alam, baik yang berasal dari dalam dirinya atau diluarnya.
Subjek/ Objek Filsafat
Berfikir merupakan subjek dari filsafat akan tetapitidak semua berfikir berarti berfilsafat. Subjek filsafat adalah seseorang yangberfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam.
Objek filsafat, objek itu dapat berwujud suatu barangatau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang dirikusendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. Objek filsafat dapat dibedakanatas 2 hal :
1. Objek material adalah segala sesuatu atau realita,ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada
2. Objek formal adalah bersifat mengasaskan atauberprinsi dan oleh karena mengasas, maka filsafat itu mengkonstatisprinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran
Pentingnya Filsafat Bagi Manusia
Pentingnya filsafat dapat kita pada penjelasan berikut:
1) Dengan berfilsafat kita lebih menjadi manusia,lebih mendidik dan membangun diri sendiri
2) Dari pelajaran filsafat kita diharapkan menjadiorang yang dapat berpikir sendiri
3) Memberikan dasar-dasar pengetahuan kita, memberikanpadangan yang sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan kita merupakankesatuan
4) Hidup kita dipimpin oleh pengetahuan kita. Sebabitu mengetahui kebenaran-kebenaran yang terdasar berarti mengetahui dasar-dasarhidup kita sendiri
5) Khususnya bagi seorang pendidik, filsafat mempunyaikepentingan istimewa karena filsafatlah memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmupengetahuan lainnya yang mengenai manusia seperti misalnya : ilmu mendidik,sosiologi, ilmu jiwa dan sebagainya.
Definisi Filsafat
Adapun defenisi filsafat menurut para ilmuwan yaitu :
1. Plato (427-347 M) → Filsafat tidak lah lahir daripengetahuan tentang segala yang ada
2. Aristoteles (384-322 M) → Filsafat itu menyelidikisebab dan asas segala benda
3. Al-Kindi (800-870) → Filsafat merupakan pengetahuanbenar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi m anusia
4. AL-Farabi (872-950) → Filsafat itu adalah ilmupengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yangsebenarnya
5. Ibnu Sina (980-1037) → hal pertama yang dihadapiseorang filsuf adalah bahw ayang ada berebeda-beda, terdapat ada yang hanya“mungkin ada”
6. Immanuel Kant (1724-1804) → filsafat itu ilmu pokokdan pangkal segala pengetahuan yangi dalamnya mencakup empat persoalan, yaitu :
1. Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab olehmetafisika)
2. Apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab olehetika)
3. Sampai dimanakah pengharapan kita? (dijawab olehagama)
4. Apakah yang dinamakan manusia? (dijawab olehanthroposlogi)
7. Prof Drs. Hasbullah Bakry, S.H → filsafat ialahilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ke-Tuhanan, alamsemesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnyasejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia seharusnyasetelah mencapai pengetahuan itu.
8. Prof. Dr. N Driyarkara S. J→ filsafat adalahpikiran manusia yang radikal artinya dengan mengesampingkan pendirian-pendiriandan pendapat-pendapat “yang diterima saja” mencoba memperlihatkan pandanganyang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap praktis.
9. Ciceor → Filsafat sebagai seni kehidupan
10. Rene Descartes → filsafat merupakan kumpulansegala pengetahuan, dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokokpenyelidikannya
11. Francis Bacon → filsafat merupakan induk agungdari ilmu-ilmu dan filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya
12. John Dewey → filsafat haruslah dipandang sebagaisuatu pengungakap mengenai perjuangan manusia secara terus meners dalam upayamelakukan penyesuaian berbagai tradisi yang membentuk budi manusia terhadapkecenderungan-kecenderungan ilmiah dan cita-cita politi yang baru dan tidaksejalan dengan wewenang yang diakui.
Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan pemikiranmanusia memiliki peran yang penting dalam menentukan dan menmukaneksistensinya. Dalam kegiatan ini manusia akan berusaha untuk mencapai kearifandan kebajikan. Kearifan merupakan buah yang dihasilkan filsfar dari usahamencapai hubungan-hubungan antara berbagai pengetahuan, dan menentukanimplikasinya baik secara yang tersurat maupun yang tersirat dalam kehidupan.
Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak semuaberpikir dapat dikategorikan berfilsafat. Berpikir yang dikategorikanberfilsafat adalah apabila berpikir tersebut mengandung 3 ciri, yaitu radikal,sistematis dan universal. Seperti yang dijelaskan oleh Sidi Gazalba (1973:43) :
Berpikir radikal, sampai ke akar-akarnya, tidaktanggung-tanggung, sampai pada konsekuensi yang terakhir. Berpikir itu tidakseparuh-paruh, tidak berhenti di jalan, tetapi terus sampai ke ujungnya.Berpikir sistemati adalah berpikir logis yang bergerak selangkah demi selangkahdengan penuh kesadaran dengan urutan yang bertanggung jawab dan saling hubunganyang teratur. Berpikir universal tidak berpikir khusus, yang hanya terbataskepada bagian-bagian tertentu, melainkan mencakup keseluruhan.
Berdasarkan pada tingkat”berfikir” kita terlihat bahwafilsafat merupakan suatu uapya untuk mampu melakukan kajian secara mendasarsehingga dengan kajian yang mendasar tersebut dimungkinkan untuk dapat putusantentang suatu secara bijaksana. Manusia selalu berpikir akan sesuatu yang sudahmenjadi pengetahuannya, yang aman apengetahuan tentang sesuatu yang maha agungdan bagaimana usaha-usaha untuk mencapainya. Dengan ini manusia selalu berusahauntuk bertujuan menyelidiki hakekat yang sebenarnya. Karena filsafat merupaknailmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang maan terdapat dalam persoalan-persoalanyang terjadi dalam keseharian kita sebagai manusia.
Sesuai dengan makna filsafat, berfilsafat adalahberfiki dan sampai kepada spikulasi. Untuk itu filsafat menghindari oleh fikidan sadar, yang berarti teliti dan teratur. Dimna manusia menegaskan pikiranyauntuk bekerja sesuai dengan aturan dan hukum-hukum yang ada, berusaha menyerapsemua yang bersala dari alam, baik yang bersal dari dalam dirinya atau diluarnya
Dapat disimpulkan bahwa berfilsafat merupakan kegiatanberpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dan kearifan. Filsafatberusaha menuangkan dan membuat garis besar dari masalah-masalah dan peristiwayang pelik dari pengalaman umat manusia.
Subjek/ Objek Filsafat
Subjek filsfat adalah seseroang yagn berfikir/memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. Seperti halnyapengetahuan, Maka filsafatpun (sudut pandangannya) ada beberapa objek yangdikaji oleh filsafat
a. Obyek material yaitu segala sesuatu yang realitas
1. Ada yang harus ada, disebut dengan absoluth/ mutlakyaitu Tuhan Pencipta
2. Ada yang tidak harus ada, disebut dengan yang tidakmutlak, ada yang relatif (nisby), bersifat tidak kekal yaitu ada yangdiciptakan oleh ada yang mutlak (Tuhan Pencipta alam semesta)
b. Obyek Formal/ Sudut pandangan
Filsafat itu dapat dikatakan bersifatnon-pragmentaris, karena filsafat mencari pengertian realitas secara luas danmendalam. Sebagai konsekuensi pemikiran ini, maka seluruh pengalaman-pengalamanmanusia dalam semua instansi yaitu etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial,budaya, religius dan lain-lain haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertianrealita.
Menurut Prof Dr. M. J. Langeveld : “……bahwa hakikatfilsafat itu berpangkal pada pemikiran keseluruhan sarwa sekalian scara radikaldan menurut sistem”.
1. Maka keseluruhan sarwa sekalian itu ada. Ia adalahpokok dari yang dipikirkan orang dalam filsafat
2. Ada pula pikiran itu sendiri yang terhadap dalamfilsafat sebagai alat untuk memikirkan pokoknya
3. Pemikiran itupun adalah bahagian daripada keseluruhan,jadi dua kali ia teradapat dalam filsafat, sebagai alat dan sebagai keseluruhansarwa sekalian
Menurut Mr. D. C Mulder menulis sebagai berikut :
“ Tiap-tiap manusia yang mulai berpikir tentang dirisendiri dan tentang tempatnya dalam dunia, akan mengahdapi beberapa persoalanyang begitu penting sehingga persoalan-persoalan itu boleh diberi namapersoalan-persolan pokok”.
Louis Kattsoff mengatakan lapangan kerja filsafat itubukan main luasnya yaitu meliputisegala pengetahuan manusia serta segala sesuatuapa saja yang ingin diketahui manusia.
Dr. A. C Ewing mengatakan bahwa kebenaran,materi, budi, hubungan materi dan budi, ruang dan waktu, sebab, kemerdekaan,monisme lawan fluarlisme dan tuhan adalah termasuk pertanyaan-pertanyaan pokofilsafat
Pentingnya Filsafat Bagi Manusia
Filsafat mencoba memadukan hasil-hasil dari berbagaisains yang berbeda ke dalam suatu pandangan dunia yang konsisten. Filosofcenderung untuk tidak menjadi spesialis, seperti ilmuwan. Ia menganalisisbenda-benda atau masalah dengan suatu pandangan yang menyeluruh. Filsafattertarik terahdap aspek-aspek kualitatif segala sesuatu, terutama berkaitandengan makna dan nilai-nilainya. Filsafat menolak untuk mengabaikan setiapaspek yang otentik dari pengalaman manusia.
Kita sangat memerlukan suatu ilmu yang sifatnyamemberikan pengarahan/ ilmu pengarahan. Dengan ilmu tersebut, manusia akandibekali suatu kebijaksanaan yang di dalamnya memuat nilai-nilai kehidupan yangsangat diperlukan oleh umat manusia. Hanya ilmu filsafatlah yang dapatdiharapkan mampu memberi manusia suatu integrasi dalam membantu mendekatkanmanusia pada nilai-nilai kehidupan untuk mengenai mana yan gpantas kita tolak,man ayang pantas kita tujui, mana yang pantas kita ambil sehinga dapatmemberikan makna kehidupan. Ada beberapa pentingnya filsafat bagi manusia yaitu:
1. Dengan belajar filsafat diharapkan akandapatmenambah ilmu pengetahuan, karena dengan bertambahnya ilmu akan bertambahpula cakrawala pemikiran dan pangangan yang semakin luas
2. Dasar semua tindakan. Sesungguhnya filsafat didalamnya memuat ide-ide itulah yang akan membawa mansuia ke arah suatukemampuan utnuk merentang kesadarannya dalam segala tindakannya sehinggamanusia kaan dapat lebih hidup, lebih tanggap terhadap diri dan lingkungan, lebihsadar terhadap diri dan lingkungan
3. Dengan adanya perkembangan ilmu pengethauan danteknologi kita semakin ditentang dengan kemajuan teknologi beserta dampaknegatifnya, perubahan demikian cepatnya, pergeseran tata nilai, dan akhirnyakita akan semakin jauh dari tata nilai dan moral
sekerang kita sudah sedikit pahamtentang berfilsafat dan untuk membongkar teka- teki hidup atas kebingunganhidup ini saya selaku putra jawa tepatnya blasteran blitar - pasuruan tidakbisa di pungkiri kalau saya masih percaya tentang bahsa peninggalan nenekmoyang saya yaitu jawa dan mulai dari sinilah saya akan membongkar filosofihidup sampai pada makna dan akhir perjlanan hidup saya....,,,
Ya, dalam budaya Jawa, yang disebut hidup itu terdiri dari dua jenis, yaitu yangdisebut “hurip” dan “gesang”. Kata “hurip” dalam tulisan huruf Jawa terdiridari tiga aksara yakni ha, ra, dan pa. Aksara pertama adalah “ha”, berasal darisebutan ma ha (maha). Aksara “ha” pada kata hurip dberi suku (u). Sukumengandung makna tenaga. Aksara kedua adalah “ra”, yang berasal darisebutan ha ra (getaran). Aksara “ra” pada kata urip diberi wulu (i) yangmengandung makna postitif. Aksara ketiga adalah “pa”, berasal dari sebutanapa-apa (apa). Aksara “pa” pada kata urip atau diberi sandangan pangku (tandahuruf mati) mengandung maksud kebahagiaan. Sebelum diberikan sandangan akantertulis ha ra pa yang artinya hadap dan kehendak (nafsu).
Ditinjau dari suku kata pembentuk kata “hurp”,kata “hurip” terdri atas dua suku kata yaitu “hu dan “rip”, “hu” berasaldari sebutan satuhu (sifat nyata) dan “rip” berasal dari sebutan mirip.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yangdisebut “hurip” (hidup) adalah Maha Tenaga yang bergetar, yang memilikikebahagiaan seperti mulia dan kebiasaan yang bermacam-macam serta mempunyaikehendak. Adapun sifat hidup adalah getaran-getaran yang memenuhi dan meliputialam semesta yang kesemuanya berujud mirip antara yang satu dengan lain.Getaran itu disebut “hara”. Sebutan nama tersebut berasal dari adanyapengetahuan suatu gerak yang sangat cepat dan hanya bisa ditirukan oleh gerakanlidah, sehingga akan keluar bunyi dari mulut: “rrrraaaaa”. Karena hal tersebutbersifat maha, maka sebutan maha dan ra dijadikan satu sebutan “mahara” yangdisingkat “hara”. Hara memiliki kebiasaan, maka sebutan “hara” dan “bisa”disatukan menjadi “harabisa”, yang kemudian disingkat “rasa”, karena sebutan“rasa” berasal dari sebutan “hurip”, maka rasa adalah hurip yang memiliki hadapkehendak kebiasaan kebahagiaan yang semuanya bersifat nyata serupa/mirip.
Sedang kata “gessang” dalam huruf Jawa terdiri dariasara ga, sa dan nga. Aksara “ga” berasal dari sebuta ra ga (raga/sifatberwujud). Aksara ga dberi sandangan pepet (e) mengandung maksudperasaan/rasa kulit. Aksara “Sa”, berasal dari sebutan ra sa (rasa). Aksaraketiga yaitu “nga” atau setcak (tanda bunyi sengau ) mengandung maksud sanga(sembilan). Aksara “nga” diberi sandangan pangku (tanda huruf mati):mengandung maksud sanga (sembilan) sa: berasal dari sebutan ra sa (rasa) setcak(tanda bunyi sengau) mengandung maksud sanga (sembilan). Dari suku katayang menyusunnya,kata Gesang disusun oleg dua suku kata yaitu ges dansang. Ges Ges: berasal dari sebutan teges (arti), dan Sang berasal dari sebutantumangsang (terkait) . sebelum mendapatkan sandangan tertulis ga sa sanga, yang berasal dari sebutan gagasa (gagasan(, sanga (sembilan) maksudnyagagasa atau pikir itu terkait oleh sembilan rasa. Dari penjelasan tersebutdisimpulkan bahwa yang disebut “gessang” adalah hidup yang memiliki raga,mengandung sembilan rasa positif dan rasa kulit yang mengikat pikir.
Sembilan rasa tersebut adalah 2 rasa pengelihatankanan dan kiri, 2 rasa pendengaran kanan dan kiri, 2 rasa pembauan kanan dankiri, 1 rasa lidah, 1 rasa dubur dan 1 rasa kelamin. Sembilan rasa tersebutmasing-masing mengikat gagasan/pikir. Hidup yang berwujud demikian berada diatas permukaan bumi dan harus mempunyai arti atau berguna. Hidup yang disebutdengan “gessang” ini berasal dari “hurip” yang masing-masing memiliki tenagahadap dan kehendak.
Sebutan “hidup” erat sekali hubungannya dengan sebutanyang Maha Hidup. Untuk memberikan pengertian Yang Maha Hidup, dijelaskan denganmenggunakan kata “halah” dalam huruf Jawa. Ha: berasal dari sebutan ma-ha(maha). Suara Ha adalah suara bernafas yang menunukkan hidup. Maka hamengandung maksud “Yang Maha Hidup”. “La” berasal dari sebutan hala (kasar).Wignyan (huruf mati) mengandung maksud sebagian dari Yang Maha. Lah: berasaldari sebutan oleh dan polah.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa yangdisebut “Halah” (Allah) adalah Yang Maha Hidup, yaitu yang mengadakan segalasesuatu mulai dari tidak ada menjadi ada, dari sifat yang terhalus menjadisifat yang terkasar yang semuanya itu digerakkan atau dihidupi.
dari yang aku cari dalam kamus jawa mungkin akumasih belum paham dan masih berntanya pada diri sendiri tentang hidup,,,,
dan aku lontarkan sebuah argumen tu diri sendiri" hidup,sebuah hak yang tidak bisa di tolak. apakah hidup itu?"
memengpertanyaan ini membuat kita sangat penting sekali,namun tak pernahdisadari.Saya INGAT kata _ kata dari seorang tokoh sufi yang saya lupanamanya" Sadar memang sulit,tapi Kesadaran untuk Menyadari tambah SulitLagi."
Tapiwalaupun common sense, pikiran sehat tahu apa yang hidup itu,susah sekalimenjawab pertanyaan itu dibentuk dalam satu definisi,ketetapan.kamus besarbahasa indonesia mendefinisikan hidup yaitu jenis gerak - gerik semata - matadari benda hidup bikinan tuha.tentunya pembentukan definisi ini bukan ahlisembarangan.tapi saya masih belum memadai dengan definisi semacam ini,sedangkan Aristoteles pun sudah suruh kita berjaga - jaga tentang hidup dankonsepnya.kalau definisi yang cocok dengan logika saya, saya pikir lebih baikpakai definisi Negativ saja, umpamanya : hidup yaitu bukan mati.
kita ambilcontoh dua jenis yang hidup yaitu hewan dan tumbuhan, disini marilaha kita lihat persamaan dari dua benda hidup ini, keduanya bisameneruskan adanya dengan makanannya lagi pula, hewan dan tumbuhan mangandungputih telur,gemuk dan tepung, tetapi yang mati tidak. Arloji itu mati kalutidak diputar, lagi pula yang mati manapun juga tidak bisa menimbulkan CO2,yang mati ( elemen - elemen, zat asli) tetap, yang hidup trus berkembangbiak dan menghasilkan zat H hidrogen , C carbon dan O oksigen. dan yang matiitu vakum dan tak punya daya.
sedang kanmanusia disini juga sama - sama hidup seprti hewan dan tumbuhan hanya sajamanusia disini bisa disebut hewan juga tapi ber akal, sebagai yang hidup manusiamempunyai sifat pada tumbuhan, dan juga sebagai hewan tentu manusia punya sifatyang ada pada hewan : mengandung putih telur(protein) dan co2, bisa berpindah-pindah meneruskan adanya dengan makanan,mempunyai panca indra, hati,jantung,perut dll, dan akhirnya berkembang biak juga, selama ia ada( hidup)anggotanya(badan) bekerja dengan sendirinya,bukan seperti arloji perlu diputaratau seperti mesin yang butuh dicari kan bahan bakar dan tidak bisamandiri.
perbedaan manusia dengan hewan : manusia mempunyai quantity (besar) dan(Quality) sifat tata sarah dan otak sedangkan hewan bernaluri (instinct) manusiaitu berakal
hidip punya keliling(tak lepas dari zat sekitar/ lingkungan), berbadan,peranggotaan dan penyesuaian seperti suhu yang ada dalam yang hidup denganyang di keliling. maka sekarang definisi hidup dapat di bentuk dengan hidup,ialah KODRAT DAN BISA MENUKAR ZAT ASLI JADI ZAT BADANNYA ITU ,SEBAGAI HASILDARI PENYESUAIAN BADAN PADA PERANGGOTAAN DANGAN PERUBAHAN SEKELILINGNYA.pada definisi ini kodrat dianggap golongan yang lebih dari hidup.kodrat itutermasuk baik pada yang mati ataupun yang hidup. Perbedaan kodrat yang hidupdengan yang mati ialah yang pertama bisa menukar zat asli jadi zat bahanna (yang mengandung protein & co2).
kodrat ini adalah hasil dari penyesuaian badan dan anggota dengansekelilingnya. perkataan "Hasil" itu mengandung pengertian TEMPO.
Buat buat pengamatan, maka ke empat definisi hidup saya tuliskan dibawah ini:
1.Hidup ialah satu jenis gerak - gerik ( activities ) semata - mata dari padabenda ( Hidup) ciptaan tuhan ( living creatures)
2.Hidup adalah yang bukan mati
3.Hidup yaitu kodrat yang sendirinya terus menerus dalam (Automatic) bisamenukar zat (element) menjadi zat badannya sendiri
4.Hidup ialah kodrat,sebagai hasil dari penyesuaian badan dan peranggotaandengan seklilingnya dan bisa menukar zat asli dengan zat badannya.\
Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek yang memilikiisyarat dan proses penopang diri (organisme hidup) dengan objek yang tidakmemilikinya ,baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena merekatidak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati. Ilmuyang berkaitan dengan studi tentang kehidupan adalah biologi.
Organisme hidup mengalami metabolisme, mempertahankanhomeostasis, memiliki kapasitas untuk tumbuh, menanggapi rangsangan,bereproduksi, dan—melalui seleksi alam—beradaptasi dengan lingkungan merekadalam generasi berturut-turut. Organisme hidup yang lebih kompleks dapatberkomunikasi melalui berbagai cara.Sebuah susunan beragam dari organisme hidup(bentuk kehidupan) dapat ditemukan di biosfer di bumi, dan sifat-sifat umumdari organisme ini—tumbuhan, hewan, fungi, protista, archaea, danbakteri—adalah bentuk sel berbasis karbon dan air, dengan organisasi kompleksdan informasi genetik yang bisa diwariskan.
Dalam filsafat dan agama, konsepsi kehidupan dansifatnya bervariasi. Keduanya menawarkan interpretasi mengenai bagaimanakehidupan berkaitan dengan keberadaan dan kesadaran, dan keduanya menyentuh isu-isuterkait, termasuk sikap hidup, tujuan, konsep tuhan atau dewa, jiwa ataukehidupan setelah kematian.
Untukmendefinisikan "kehidupan" dalam istilah yang tegas masih merupakantantangan bagi para ilmuwan dan filsuf. Mendefinisikan "kehidupan"adalah hal yang sulit, karena hidup adalah sebuah proses, bukan substansimurni. Definisi apapun harus cukup luas untuk mencakup seluruh kehidupan yangdikenal, dan definisi tersebut harus cukup umum, sehingga, dengan itu, ilmuwantidak akan melewatkan kehidupan yang mungkin secara mendasar berbeda darikehidupan di bumi.
Filsafat Tri Hita Karana
Filsafat TriHita Karana, yang berarti tiga penyebab keharmonisan, kebahagiaan dankesejahteraan hidup. Terdiri dari (1) Parahyangan = hubungan baik antaraSang Maha Pencipta (Tuhan) dan mahluk ciptaannya, (2) Pawongan = hubungan baikantara manusia dengan manusia, (3) Palemahan = hubungan baik antara manusiadengan lingkungan.
Konsep Tri Hita Karana bersifat sangatfleksibel untuk diterapkan dalam semua ruang keagamaan yang ada. Bersifatuniversal dan mendorong manusia untuk selalu mendapatkan keseimbangan hiduplewat membina hubungan yang baik di ketiga aspek kehidupan (Tuhan, mahlukciptaan, dan alam semesta). Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang diberikankelebihan dalam berpikir, yang membedakannya dengan mahluk ciptaan Tuhanlainnya. Adalah merupakan kewajiban yang harus ditaati secara tulus dan ikhlasuntuk selalu membina ‘hubungan baik’ dengan Sang Pencipta lewat bersyukur,berdoa, sembahyang dan banyak jalan lainnya dalam rangka mendekatkan dirikepada-Nya. Salah satu bentuk rasa syukur dan taat kepada pencipta adalah lewatmembina hubunga baik dengan mahluk tuhan lainnya, yang dalam konteks ini adalahmanusia. Manusia adalah mahluk sosial yang dengan masing-masing keterbatasannyamemerlukan orang lain dalam hidupnya. Adalah sangat penting untuk menjagahubungan baik dengan sesama kita karena dengan begitu banyak kemudahan yangakan kita dapatkan di kehidupan ini. Dan memang sudah seharusnya sesama manusiaharus bisa hidup rukun, saling membantu serta meringankan beban sesama,salingmenjaga dan saling mengingatkan. Tidak cukup sampai di situ, tidak kalahpentingnya bagi kita untuk membina hubungan baik dengan lingkungan kita yangdalam bali disebut palemahan. Jika kita membina hubungan baik denganlingkungan dalam hal ini menjaga kelestarian alam sekitar,maka alam juga akanmenjaga kita. Namun apabila kita tidak menjaga alam dengan baik seperti contohmenebang hutan secara terus-menerus, mengeruk segala isinya secara berlebihan,maka cepat atau lambat lingkungan akan angkat bicara. Maka, hubungan baikdengan ketiga aspek, ketuhanan, kemanusiaan dan lingkungan harus ditanamkandalam diri kita masing-masing, sehingga keharmonisan, kesejahteraan,keseimbangan, serta kebahagiaan hidup dapat kita capai.
Filsafat Tat Twam Asi
Filsafat TatTwam Asi, yang memiliki arti aku adalah kamu/kita (manusia) seyogyanyasama, baik yang menciptakan maupun yang menjiwai kita (roh). Dengan filsafatTat Twam Asi, kita tidak akan pernah berpikir untuk membedakan-bedakan individumanapun. Perbedaan seperti suku, agama, ras, warna kulit, bukanlah alasan untukterpecah. Dan semua memiliki hak yang sama untuk bisa hidup berdampingan satusama lain.
Filosofi Desa,Kala
Filosofi Desa,Kala,Patra, yang berarti tempat,waktu serta situasi. Maksudnya adalah dalamhidup ini kita harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai serta tradisi yangada di tempat dimana kita berpijak, seperti peribahasa dimana bumidipijak,disanalah langit dijunjung. Hal ini sangat baik untuk diketahuibahwa kita tidak bisa menyamaratakan tradisi kita dengan tradisi-tradisi yangada di daerah lain. Filosofi desa, kala, patra ini juga sering digunakansebagai acuan dalam melaksanakan suatu kegiatan terutama upacara keagamaan diBali. Contoh : Upacara mecaru (menghaturkan sesajian) yang biasanyadilakukan di tengah-tengah perempatan jalan, di depan pintu masuk di bawahcucuran atap,dll, dengan memperhatikan waktu seperti pukul 12 tengah hari, atausaat hari mulai petang. Dan semua ini juga tergantung pada tempat atau daerahmasing-masing.
Filosofi Kidung Ginada :
Eda ngaden awak bisa (jangan merasa diri mampu/tahu/bisa)
Depang anake ngadanin (biarkan oranglain yang menilaikita)
Geginane buka nyampat (pekerjaan sehari-hari kitamenyapu)
Anak sai tumbuh luhu (karena sering muncul sampah)
Ilang luhu ebuk katah (sampah di hilangkan/dibuang, tanahdisisakan) Yadin ririh, (walaupun pintar)
Enu liu pelajahin (masih banyak yang perlu dipelajari)
“Sebagai manusia, hendaknyalah kita selalurendah hati, jangan congkak dan mengatakan bahwa kita bisa. Biarkan orang-orangyang menilai kemampuan kita. Kehidupan ini ibaratkan seperti menyapu, sampahatau cobaan (kata-kata yang tidak mengenakkan, iri hati orang, apapun kesulitanitu) selalu datang dalam kehidupan ini. Saat menyapu, jika ada sampah (hal yangburuk) bersihkanlah, dan jika itu tanah (hal yang positif) biarkan jangan ikutdibawa. Maka dari itu pandai-pandailah memilah perkataan orang diluar. Walaupunkamu sudah pintar atau mumpuni, jangan berhenti sampai disana, karena masihbanyak hal yang belum kau pelajari.”
“Cintailah kehidupan, dan kehidupan akan mencintaianda. Cintailah orang lain, dan mereka akan mencintai saya” -Arthur Rubinstein-
MAKNA HIDUP DALAM PERSPEKTIFFILSAFAT EKSISTENSIALISME
Filsafat eksistensialisme terkenal dengan teori yangmenyangkut eksistensi(keberadaan) mendahului essensi (isi). Bahwa keberadaanatau adanya sesuatu hal akan mendahului makna didalamnya .para filsufeksistensialisme meyakini bahwa pembentukan manusia tercipta karena adanyawadah /eksistensi (bentuk fisik manusia) yang kemudian melahirkan danmengembangkan pemikiran sehingga terbentuk Jiwa / essensi (isi).
Dalam pandangan eksistensialisme makna akan terciptamelalui pemikiran yang dimunculkan oleh sistem tubuh manusia secara fisiktersebut. sehingga pendefinisian-pendefinisian yang dilakukan oleh manusia akanmelahirkan makna-makna dalam lingkungan dan dunia sekitarnya.
Pencarian makna manusia dipelajari dalameksistensialisme, yang menyatakan tentang adakah tuhan dan fungsi tuhan sertahubungatgnya dengan manusia. Namun filsuf tak mampu menemukan ataumendefinisikan hubungan Tuhan dan manusia dalam kaitan makna hidup. Inimenjadikan mereka tak memilih untuk mempercayai adanya Tuhan.
Albert Camus adalah salah satu Filsuf eksistensialismeyang menjabarkan teori absurditas tentang makna hidup menjabarkan Bahwa hidupseseorang haruslah absurd. Dalam hal ini hidup seseorang yang mampu “melampaui”(walking through) masalah untuk menjadi diri yang autentik. Diri yang autentikadalah diri yang sesungguhnya, diri yang mampu menemukan makna hidupnya. Upayamelampaui itu dengan cara menjadi “pemberontak” terhadap hal-hal yang selamaini menghalangi individu menjadi diri yang auntentik. Menjadi kreatif sebagaiupaya meraih makna diri.Menyingkap selubung atau tabir yang ada dalam diriindividu. Menjadi pemberontak dalam hidup artinya menjadi berani untuk menerimadan menghadapi masalah yang ada. Seringkali, istilah pemberontak disalahartikan sebagai pelanggaran norma-norma.
Arthur Schopenhauer, seorang ahlifalsafah abadke-19 memberikan jawapan yang suram dengan penentuannya bahawa hidup cumamerupakan bayang kehendak seseorang dan kehendak ini merupakan desakan yangtidak bertujuan, tidak rasional dan yang menderitakan. Walau bagaimanapun,beliau menganggapi bahawa penyelamatan, pembebasan ataupun pelepasan daripadapenderitaan boleh didapati melalui pentafakuran, simpati kepada orang lainserta penghidupan zahid.
Menurut ahli falsafah Martin Heidegger, manusia dilontarke kewujudan. Pendukung eksistensialisme menganggapi bahawa pelontaran iniwujud sebelum apa jua pemikiran dan gagasan yang dipunyai manusia atautafsiran-tafsiran tentang dirinya sendiri yang diciptanya. Sebagaimana yangdikatakan oleh Jean-Paul Sartre: "kewujudan datang sebelum intipati","manusia wujud terlebih dahulu, menemukan diri, meluru dalam dunia dankemudiannya baru mentakrifkan diri. Tiadanya sifat manusia disebabkan tiada Tuhan untukmengkonsepsikannya."
Oleh sebab ketiadaannya sifat manusia yangdipastikan terlebih dahulu atau penilaian terakhir selain daripada apa yangditonjolkan oleh manusia kepada dunia, manusia cuma boleh dinilaikan ataupunditafsirkan melalui tindakan-tindakan dan piihan-pilihan mereka. Pilihanmerupakan penilai yang terakhir. Sekali lagi Jean-Paul Sartre disebut sebagaiberkata: "Manusia tidak merupakan apa-apa selain daripada apa yangdijadikannya kepada diri sendiri"
Pandangan penyokong humanisme
Bagi penyokong humanisme, tujuan hidup adalahterbina dalam, yakni untuk membiak. Inilah cara bagaimana manusia menjadi apa yangterwujud sekarang: makhluk membiak berturut-turut dalam evolusi tidak berpandu,sebagai sebahagian utama alam semula jadi yang berwujud kendiri. Tujuan hidupadalah tidak sama dengan tujuan manusia walaupun ia merupakan salah satufaktornya. Tujuan manusia diputuskan oleh manusia sendiri tanpa sebarangpengaruh kuasa ghaib. Serupa juga dengan pengetahuan yang bukan berasalnyadaripada sumber-sumber kuasa ghaib, tetapi teralir daripada pencerapan,pengujikajian dan analisis rasional, seelok-eloknya melalui kaedah sains: sifat alam semestamerupakan apa yang kita menanggapnya. Begitu juga dengan nilai-nilai etika yangberasal daripada keperluan dan kepentingan manusia yang telah diuji melaluipengalaman.
Kepentingan kendiri yang memakrifatkan merupakanteras humanisme. Hal yang terpenting dalam hidup ialah manusia, dan sebagaipelanjutan, ras manusia dan alam sekitar yang kita hidup. Kebahagiaan seseorangtidak boleh dipisahkan daripada kebahagiaan kemanusiaan pada keseluruhannya.Antara sebabnya, kita adalah makhluk sosial yang memperolehi makna daripadaperhubungan-perhubungan serta kerana kemajuan kebudayaan memanfaatkan setiaporang yang hidup dalam budaya itu.
Apabila dunia bertambah baik, kehidupan jugaberikut bersama-sama. Sedangkan setiap orang ingin berhidup secara sempurna,pendukung humanisme berpendapat bahawa adalah mustahak bahawa hasrat ini ditujudengan cara yang mempertingkatkan kedudukan semua manusia. Walaupun evolusispesies manusia merupakan sebahagian besar daripada fungsi alam semula jadi,evolusi kemanusiaan adalah di dalam tangan kita sendiri. Oleh sebab itu, kitabertanggung jawab untuk memajukannya sehingga mencapai idaman yang tertinggi.Dengan cara yang sama, humanisme juga tengah berkembang disebabkan pendokongnyamenyedari bahawa nilai-nilai dan idaman-idaman, jadi juga makna hidup,tertakhluk kepada perubahan yang selaras dengan perkembangan pemahaman kita.
Pandangan penihilis
Friedrich Nietzsche menyifatkan nihilismesebagai pengosongan dunia, terutamanya kewujudan manusia, daripada makna,tujuan, kebenaran yang dapat difahami, ataupun nilai-nilai yang terpenting.Istilah "nihilisme" datangnya daripada bahasaLatin, nihil, yang bermakna "tidak ada apa-apa". Nietzschemenyifatkan agama Kristian sebagai sebuah agama nihilisme kerana iamemindahkan makna hidup dari dunia ini kepada apa yang dikatakan hidup selepasmati. Beliau juga menganggapi nihilisme sebagai kesudahan yang semula jaditentang gagasan ketiadaannya Tuhan, dan berkeras mengatakan bahawa makna hidup harusdipulangkan ke dunia ini.Martin Heidegger menyifatkannihilisme sebagai keadaan yang tidak ketinggalan apa-apa mengenai hidup",dan memperdebatkan bahawa nihilisme bergantung kepada nilai hidup sahaja.
Nihilisme menolak segala tuntutan mengenaipengetahuan dan kebenaran, dan menjelajah makna hidup tanpa kebenaran yangdapat diketahui. Walaupun nihilisme bercenderung kepada sifat mudah berputusasa, seseorang boleh mencari kekuatan dan alasan untuk keraian melalui pelbagaihubungan manusia yang unik. Dari segi nihilisme, sumber nilai-nilai moral yangmuktamad adalah lebih pada individu daripada kebudayaan atau asas rasional(ataupun asas objektif) yang lain.
Pandangan positivis
Mengenai makna hidup, Ludwig Wittgenstein dan penyokong-penyokongpostivisme logik berkata:"Darisegi bahasa, soalan ini tidak bermakna. Ini disebabkan "makna x"merupakan istilah hidup yang sering dikaitkan dengan akibat x atau maksud x,ataupun dengan sesuatu yang kena diambil perhatian mengenai x, dan sebagainya.Apabila "hidup" dipergunakan sebagai "x" dalam frasa"maksud x", penyataan itu berulang dan menjadi karut."
Dengan kata lain, benda-benda dalam kehidupanseseorang boleh mempunyai makna (kepentingan), tetapi hidup pada dirinya tidakmempunyai makna apabila diasingkan daripada benda-benda tersebut. Dalam konteksini, kehidupan seseorang dikatakan mempunyai makna (makna kepada dirinyasendiri dan kepada orang lain) dalam bentuk peristiwa-peristiwa disepanjanghidupnya serta kesudahan hidupnya dari segi pencapaian, pusaka, keluarga, danlain-lain lagi. Tetapi untuk mengatakan bahawa hidup pada dirinya mempunyaimakna merupakan kesalahgunaan bahasa kerana apa yang bermakna ataupun yangpenting cuma berkaitan dengan sesiapa yang mengalaminya.
Bahasa cuma boleh menyempurnakan jawapan yangbermakna sewaktu ia merujuk kepada alam di dalam alam hidup. Akan tetapi initidak boleh jadi kerana sewaktu soalan ini keluar daripada lingkungan bahasadan melanggari had konteks bahasa, ia menjadi rosak. Jawapan kepada soalan yangrosak merupakan jawapan yang silap ataupun tidak kena mengena.
Ahli-ahli falsafah selain Wittgenstein telah cubamenemui apa yang bermakna di dalam kehidupan melalui penyelidikan kesedaran didalamnya. Akan tetapi sewaktu ahli-ahli falsafah tersebut cuba mencari tafsiran"Makna Hidup" yang holistik untuk kemanusiaan, mereka menemuikebuntuan oleh model linguistik Wittgenstein.
Positivisme logik menegaskan bahawapenyataan-penyataan bermakna cuma jika ia dapat ditentusahkan.Penyataan-penyataan boleh ditentusahkan cuma dengan dua cara yang berbeza samasekali:
- penyataan empirik, termasuknya teori-teori saintifik yang boleh ditentusahkan dengan uji kaji dan bukti; dan
- kebenaran analisis yang merupakan betul atau salah mengikut tafsirannya.
Pandangan pragmatis
Ahli-ahli falsahah pragmatisme mencadangkanbahawa lebih daripada kebenaran hidup, kita perlu mencari pemahaman hidup yangberguna. William James memperdebatkan bahawakebenaran boleh dicipta tetapi tidak boleh dicari. Oleh sebab itu, makna hidupmerupakan kepercayaan mengenai tujuan hidup yang tidak boleh bercanggah denganpengalaman kehidupan seseorang yang bertujuan. Secara am, ini bermaksud:"Makna hidup merupakan tujuan-tujuan yang menyebabkan andamenghargainya." Kepada penyokong pragmatisme, makna hidup, yakni kehidupananda, boleh ditemui cuma melalui pengalaman.Pragmatisme adalah aliran fikiran falsafah yangberasal dari Amerika Syarikat pada akhir 1800-an.Pragmatisme disifatkan oleh desakan akibat-akibat, kebergunaan, danpraktikalnya sebagai bahan-bahan kebenaran.
Pragmatisme membantah pandangan bahawakonsep-konsep manusia dan daya fikirnya melambangkan hakikat, dan oleh sebabini, ia bertentangan dengan aliran fikiran falsafah formalis dan rationalis. Lebih daripada ini,pragmatisme menganggapi bahawa cuma melalui perjuangan organisma yang cerdasdengan persekitarannya bahawa teori-teori dan data dapat memperolehikepentingan. Walau bagaimanapun, pragmatisme tidak menganggapi bahawa kesemuayang berguna atau praktikal kena dianggapi sebagai yang benar, termasuknya apa-apayang membantu kehidupan kita pada jangka masa yang pendek; penyokongpragmatisme memperdebatkan bahawa apa yang kena dianggapi sebagai benarmerupakan apa yang terbanyak menyumbang kepada kebaikan manusia dalam jangkamasa yang panjang.
Pada praktiknya, ini bermakna bahawa bagipenyokong pragmatisme, tuntutan teori kena terikat kepada prosedurpenentusahan, yakni seseorang harus berupaya membuat ramalan dan mengujikannya,dan pada akhirnya, keperluan manusia boleh memandukan laluan tanya siasatmanusia.
Pandangan penyokong transhumanisme
Transhumanisme merupakan lanjutan kepadahumanisme. Serupa dengan humanisme, ia mengajukan bahawa kita harus mencarikebaikan manusia pada keseluruhnya. Tetapi ia juga menegaskan bahawa kita harusmemperbaiki badan kita secara aktif melalui teknologisupaya dapat mengatasi had-had biologi seperti kematian, kelemahan fizikal, muatan ingatan, dan sebagainya.Mula-mulanya, ini bermakna kita semua harus menjadi manusia bionik, akan tetapi dengankemunculan biokejuruteraan, pilihan lain telah disediakan. Olehsebab itu, tujuan utama transhumanisme adalah untuk menjadikan manusia sebagaiposmanusia (posthuman), iaitu waris kepada homosapiens: homo ekselsior. Pencapaian matlamatyang terunggul ini sudah tentu akan dipergunakan untuk penduduk semasa sebelummereka mengalami akibat-akibat kematian atau menjadi tua. Pandangan-pandanganyang serupa termasuk ekstropianisme dan ekstensi kehidupan.Oleh sebab itu, dari segi lima tafsiran yang dikemukakan pada permulaan rencanaini, makna hidup bagi penyokong transhumanisme adalah bahawa:- hidup berasal daripada evolusi;
- sifat hidup merupakan apa sahaja yang kita menanggapnya melalui pencerapan saintifik dan pengukuran;
- manusia, dan apa yang dia akan berkembang terjadi, merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan;
- hal-hal yang paling bernilai dalam kehidupan merupakan keupayaan berbaik dengan orang lain dan pemajuan cara hidup kesemua manusia; adalah sangat penting bagi kita mengawalkan sifat kehidupan untuk memperbaiki sifat-sifat kita.
Kepercayaan agama
Sering disarankan bahawa agama merupakan gerakbalas keperluan manusia bagi memberhentikan kekeliruan, atau ketakutan mati(dan hasrat iringan untuk menghidup). Dengan mentakrifkan sebuah alam di luarkehidupan (alam rohaniah), keperluan ini dapat dipenuhi dengan pembekalanmakna, tujuan dan harapan untuk kehidupan kita yang tidak bermakna, tidak bertujuanserta yang terbatas. Kebanyakan orang yang percaya kepada Tuhan peribadi akanbersetuju bahawa Tuhan adalah "di mana kita hidup, bergerak danwujud". Menurut tanggapan ini, kami harus mencari pihak yang berkuasa yangboleh memberikan makna kepada kehidupan kita dan membekalkan kita dengan tujuanmelalui panduannya. Keputusan mempercayai pihak berkuasa ini digelarkan"pelompatan kepercayaan" dan pada umumnya, kepercayaan ini merupakanmakna hidup orang yang beriman.Sebuah contoh yang menunjukkan bagaimana agamaboleh mencipta tujuan boleh didapati dalam cerpen penciptaan Wasiat Lama:tujuan manusia adalah untuk "berhasil, berganda dan menambah lagi di alam,serta menaklukinya" Genesis 1:28. Ini mempertunjukkan bahawa pembiakan,pemeliharaan alam dan kawalan persekitaran merupakan tiga tujuan yang telahditetapkan oleh Tuhan untuk manusia. Walau bagaimanapun, arahan-arahan yangdiberikan oleh Tuhan dan makna hidup (atau tujuan kewujudan) tidak merupakanbenda yang sama.
Lagi satu contoh, yakni kali ini daripada Wasiat Baru,adalah dua rukun yang teragung daripada Mark 12:28-31:
"Rukunyang pertama di antara semua rukun ialah: 'Dengar, O Israel, Tuhan adalah satu.Dan engkau kena memberi kekasihan kepada Tuhan dengan setulus hati, dengansetulus jiwa, dengan segala minda, dan dengan segala kekuatan. Ini merupakanrukun pertama. Dan yang kedua adalah: "Engkau kena menyayangi jiran engkauseperti diri kendiri.' Tiadanya rukun yang lebih mustahak daripada rukun-rukunini."
"Soal Jawab Agama Secara RingkasWestminster" ("The Westminster Shorter Catechism")menyelidiki sejarah mengenai apa yang Tuhan telah mengajari manusia, danmeringkaskannya pada permulaan terbitannya: "tujuan utama manusia adalahuntuk menyembah Tuhan, dan merasai nikmatNya untuk selama-lamanya".
Pandangan Islam adalah bahawaTuhan mencipta manusia untuk satu tujuan sahaja, iaitu untuk menyembahNya:"Aku tidak mencipta jindan manusia melainkan untuk menyembah Aku." (Qur'an, 51:56). Penyembahandalam Islam bukan sahaja bermakna melaksanakan upacara amal, tetapi jugamerangkumi bekerja, menghasilkan, membuat pembaharuan serta meningkatkan tarafpenghidupan supaya dapat mentaati Allah. Bagi orang Islam, hidup adalah satuujian. Kejayaan anda dalam ujian ini akan menentukan ke mana anda akan pergi: Syurgakah ataupun Neraka.
Meskipun, tiada satu pun daripadapendekatan-pendekatan ini dapat memberi jawapan yang sempurna kepada soalan"Apa makna hidup?" apabila soalan ini ditanyai dalam konteksfalfasah. Bukannya jawapan yang sempurna bila dikatakan: "Percayailah danengkau akan memahami." Ini disebabkan ia tergantung kepada kepercayaanyang membuta babi terhadap pengajaran yang disampaikan, dan bukannya melaluilogik, kebijaksanaan dan pengalaman peribadi. Dari segi ini, agama cumamemberitahu anda melalui siri rukun tentang apa yang kena dipercayai dan apaperlu dibuat.
Jawapan-jawapan teologi yang tulen seumpama inimenimbulkan soalan-soalan lain. Contohnya, sekira kita wujud untuk mematuhi,bagaimanakah pematuhan ini akan memperbaiki kita? Sekiranya kita hidup untukmenyembah Tuhan, apakah tujuan Tuhan, dan bagaimanakah ini akan memperbaikikita? Bagi orang-orang yang beriman, mereka mungkin juga berasa bahawaperintah-perintah yang dogmatik sebegini tidak memuaskan.
Pandangan rohaniah
Mitch Albom mengemukakan beberapa persoalan yangmenarik dalam buku larisnya, "Selasa-selasa dengan Morrie" ("Tuesdayswith Morrie") mengenai seorang profesornya yang hampir mati. KehidupanAlbom sebagai pengarang sehingga masa itu sia-sia sahaja kerana beliau mengejaribenda-benda yang dikatanya salah: rumah-rumah yang lebihbesar, kereta-keretaSUV yang lebih besar,dan pendapatan yang lebih lumayan. Walau berapa besar pun, benda-benda tersebuttidak dapat mengisikan kekosongan hidupnya. Hakikat yang kita semua kenamenghadapi adalah serupa dengan apa yang disedari oleh Morrie sewaktu beliaumenghidapi penyakit Lou Gehrig, yakni dunia masih sama hijau dengan masasebelum beliau menghidapi penyakit yang boleh membawa maut itu. Dunia tidakakan berhenti ataupun tamat kerana anda mati. Pengalaman profesor itu sentiasamenghantuinya yang mengamalkan penghidupan egosentrik. Albom belajar daripadaProfesor Morrie bahawa makna hidup yang benar adalah untuk memberi, menyayangidan berkongsi apa-apa yang anda ada, dan benda-benda ini diturunkan pula darisatu generasi ke satu generasi.James Redfield memberi pandangan Zaman Baru("New Age) terhadap makna hidup dalam bukunya, "RamalanCelestine" ("The Celestine Prophecy). Beliau menyarankanbahawa makna hidup boleh ditemui dalam diri sendiri, melalui siri wawasanrohaniah peribadi. Kemudian, dalam bukunya yang dikarang bersama-sama denganMichael Murphy bertajuk "Tuhan dan Alam Semesta yang Berkembang: Langkahyang berikut dalam Evolusi Peribadi" ("God and the EvolvingUniverse: The Next Step in Personal Evolution") (2002), beliaumenuntutkan bahawa kemanusian hampir-hampir dalam proses mengalami pertukarankesedaran.
.
#--Filsafat Hidup
Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup.Semua orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, prinsiphidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda di antara satudengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap orang itu tidak sama, setiaporang itu unik, setiap orang merupakan mahluk individualisme yang membedakansatu dengan lainnya
Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat,namun prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai tujuanhidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini tidaklah menjadisuatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya seseorang menyambung hidupnyadengan berbagai persoalan dunia yang ada, atau dengan kata laiinyabagaimana kondisi psikologis/jiwa seseorang dalam menjalani hidupnya.
Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi,namun psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup. Karena,dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui kondisi jiwa seseorang.Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas cakupannya,tidak hanya ditinjaudari segi psikologi, tapi seluruh\cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsiphidup seseorang dapat diambil dari perspektif psikologi, agama, seni,literatural,metafisika, filsafat dsb.
Bagisebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai panutan hidup, agarseseorang dapat hidup dengan baik dan benar. Adapula sebagaian orang yang tidakmenghiraukan apa itu tujuan hidup dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikutiarus yang mengalir dan sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidupdan filosofi hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi,kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi hidupnya,yaitu orang yang lemah, orang yang netral dan orang yang keras.
Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir jenius yangbijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut dianggap sebagaiseorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing negara memiliki tokohfilosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan filsafat hidup ke dalam ilmupengetahuan adalah orang Yunani yang kebetulan pada saat itu negaranyamerupakan negara yang bebas dalam berkarya. Terbukti begitu banyak para filsufterkenal kebanyakan dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato danSocrates.
Socrateslah yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu pengetahuan,maka dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu psikologi, Bapak SigmudFrued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi yang paling banyak memberikan sumbangsihterhadap ilmu pengetahuan.
Kedua tokoh dunia ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa untukmenciptakan pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari segala sesuatu,meskipun cakupannya berbeda, namun, psikologi dan filsafat tidak bisa dipisahkandan sebaliknya. Banyak tokoh psikologi yang semula mempelajari filsafatkemudian melanjutkan pengetahuannya ke bidang psikologi.
Beberapa kata kutipan yang diambil dari kedua tokoh ini, yakni :
” Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan,itulah yang kau sebut kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan dimana orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi.(Socrates)”.
Dan,
” Mereka yang percaya, tidak berpikir. Mereka yangberfikir, tidak percaya (Sigmud Frued)”.
Disini dapat dilihat, bahwa terjadi suatu studibanding antara keduailmu tersebut, Masing-masing membicarakan asal asul segalasesuatu menurut perspektif ilmunya. Namun, dari kedua ilmu tersebut mempunyaisuatu kesamaan, bahkan banyak kesamaan yang membahas mengenai asal mulanyasesuatu yang pasti ada hubungannya dengan manusia dan alam sekitarnya.
Seorang Socrates membicarakan kebahagiaan dan seorangSigmund Frued membicarakan pikiran, tentunya kedua hal ini mempunyai kaitanyang cukup besar. Filosofi hidup yang diberikan oleh Socrates mengenai kebahagiaandapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan Ilmu psikologi yang diberikanoleh Sigmund Frued mengenai pikiran (alam sadar atau alam bawah sadar) dapatdijadikan landasan seseorang untuk mencapai kebahagiaan.
Oleh sebab itu, seseorang yang mempelajari psikologimaupun tidak, harus memiliki satu tujuan hidup atau filosofi hidup agar bisaberkembang, dan seseorang yang mempelajari filsafat maupun tidak, harusmemperhatikan apakah dan bagaimanakah agar filosofinya dapat diterapkan denganbaik dan benar sehingga mempunyai psikologis/jiwa yang sehat untuk maju danberhasil.
“Jika seseorang tahu kebenaran yang mendasar tentangsegala sesuatu, maka itulah inti pengetahuan’.
pengetahuanseseorang tentang kebanaran tidaklah cukup, bahkan dari komentar filosofsekalipun tentang kehidupan, saya masih belum memperoleh ketenangan,mungkin setelah kita mengenal hidup pasti kita akan mengenal yang dinamakansebuah kegembiraan atuapun ksesusahan yang akan berefek pada penderitaan,
Bisa jadiSalah satu eksistensial adalah Penderitaan; kehidupan identik denganpenderitaan, bertahan hidup identik dengan menemukan makna didalam penderitaan.Jika hidup memang memiliki tujuan, maka penderitaan dan kematian seharusnya jugamemiliki tujuan. Meskipun demikian, tidak ada orang yang bisa menunjukkantujuan hidup orang lain.
Dalam penderitaan-penderitaan tertentu; terkadang orang bertindak irasional.Apatis adalah mekanisme pertahanan yang dibutuhkan (saat penderitaan memuncak,seperti di kamp kosentrasi Nazi). Realitas mengabur, semua upaya dan emositerpusat pada satu tujuan; mempertahankan hidupnya dan hidup orang lain. Mudahdipahami, jika kondisi tertekan, ditambah keharusan untuk terus memusatkanperhatian pada upaya untuk bertahan hidup, kehidupan batin para tahanan(seperti di dalam kamp kosentrasi Nazi) ditekan sampai pada titik yang palingprimitive.
Sehinggabenarlah kata-kata; “Reaksi abnormal terhadap situasi abnormal merupakantingkah laku yang normal”. Setiap orang harus menemukan sendiri tujuan hidupmereka masing-masing, dan harus menerima tanggung jawab yang muncul didalamnya.
Jikaberhasil, dia akan terus berkembang, meskipun hidup ditengah kehinaan. Franklmengutup kata-kata Nietzsche; He who has a why believe for can bear whithalmost any how (‘Dia yang memiliki, mengapa untuk hidup, akan bisa bertahandalam hampir semua bagaimana”)
Jangan mencari sukses –semakin keras kamu berupaya dan menjadikan suksessebagai target, semakin sulit kamu meraihnya. Kerena sukses, seperti jugakebahagiaan, tidak dapat dikejar; dia harus terjadi, dan itu hanya bisa diraihsebagai efek samping dari dedikasi pribadi seseorang terhadap upaya yang lebihbermakna, sebagai produk samping dari penyerahan seseorang kepada orang lain diluardirinya sendiri. Kebahagiaan akan didapat, begitu juga keberhasilan; kamu harusmembiarkan datangnya tanpa memedulikannya.
Meskipun jumlahnya sedikit, orang-orang itu (yang mampu bertahan di kamp Nazidengan moralitas yang “cukup”) menjadi bukti yang cukup, bahwa apapun bisadirampas dari manusia kecuali satu; kebebasan terakhir seorang manusia–kebebasan untuk menentukan sikap hidup dalam setiap keadaan, kebebasan untukmemilih jalannya sendiri.
Sebuah kehidupan yang aktif memberi manusia kesempatan untuk meraih nilai-nilaihidup dalam bentuk karya kreatif, sementara kehidupan yang pasif dan penuhkebahagiaan memberi manusia kesempatan untuk meraih kepuasan dengan kenikmatankeindahan, seni, atau alam. Tetapi hidup yang hampir-hampir tidak diisi kreatifitasdan kebahagiaan, yang hanya memberi seorang kemungkinan untuk menerapkan sikapmoral yang tinggi, bisa juga memiliki tujuan; yaitu melalui cara orang itumenyikapi hidupnya, kehidupan yang dibatasi oleh berbagai tekanan luar. Diatidak bisa menjalani hidup yang kreatif dan bahagia. Tetapi, bukan hanyakreatifitas dan kebahagiaan saja yang memberi makna.
Jika hidup benar-benar memiliki makna, makaharus ada makna didalam penderitaan. Karena penderitaan merupakan bagian takterpisahkan dari kehidupan manusia, meskipun penderitaan itu merupakan nasibdan dalam bentuk kematian. Tanpa penderitaan dan kematian, hidup manusia taksempurna
Kata Latin finismemiliki dua arti; yaitu akhir atau selesai, dan sebuah tujuan untuk diraih.Seseoarang yang tidak bisa melihat akhir “kehidupan sementara”-nya, tidak akanbisa meraih sasaran tertinggi dalam hidupnya. Dia tidak lagi hidup untuk masadepan, berbeda dengan kehidupan manusia normal. Spinosa dalam bukunya “Ethics”mengatakan; “Affectus, qui passio est, desinit esse passio simulatque eiusclaram et distinctam formamus ideam.” Emosi yang sedang menderita, tidak akanlagi menderita setelah kita membuat gambaran yang jelas dan benar daripenderitaan tersebut.
Dia tahu “mengapa” ia hidup, akan mampu menghadapi yang “bagaimana” pun. KataNietzsche; “was mich nicht umbringt, macht mich staeker” (segala sesuatu yangtidak membunuh saya, membuat saya jadi lebih kuat)”. Ada kata-kata lain; Was duerlebst, kann keine Macht der Welt dir rauben (Tidak ada satu kekuatan pundibumi ini yang bisa merampas darimu pengalaman hidup yang sudah kamu jalani).Tidak hanya pengalaman, tetapi juga semua perbuatan kita, gagasan hebat yangmungkin pernah kita pikirkan dan semua penderitaan kita; semua itu tak akanhilang, meskipun sudah berlalu, semuanya bisa dihidupkan kembali, barangkalikehidupan yang paling nyata.
Mencari makna dalam hidup
Makna adalahpengenalan tempat-tempat segala sesuatu didalam suatu system. Pengenalanseperti itu terjadi jika relasi sesuatu yang lain dalam system tersebut menjaditerjelaskan atau terpahamkan. Husein Syed Muhammad Naquib al-Alatas dalam,“Konsep Pendidikan dalam Islam: Suatu Rangka Pikir Pembinaan FilsafatPendidikan Islam (Mizan, 1984). Spinosa dalam bukunya “Ethics” mengatakan;“Affectus, qui passio est, desinit esse passio simulatque eius claram etdistinctam formamus ideam.” Emosi yang sedang menderita, tidak akan lagimenderita setelah kita membuat gambaran yang jelas dan benar dari penderitaantersebut.
Ini memang masuk akal; tetapi banyak orang yangmeninggalkan “makna” kejelasan dalam system karena kenikmatan yang didapat(lihat saja orang yang korupsi awal-awal, terjebak dalam system), biasanyaorang itu akan “merasa bersalah”, kemudian meningkat menjadi “rasionalisasi”tindakan walaupun rasionalisi bisa diartikan (upaya singkronisasi system),tetapi kadang system itu terpatah-patah tetap akan dibuat. Lihat saja upaya“tidak rasional argument” karena upaya rasionalisasi kesalahan.
Contoh lain; waktu orang menginginkan sesuatu misalnyacita-cita (ingin jadi dokter, ulama dan lain-lain), lalu gagal. Maka biasanyauntuk pertahanan diri atau apa ia membuat “rasionalisasi’ sehingga tindakannyayang sekarang bisa masuk system makna. Misalnya toh dengan berdagang saya bisakaya (pengganti dokter yang akan kaya), dan tetap bisa bermanfaat untuk umatdengan shodaqoh dan lain-lain (pengganti keinginan ulama).
Logoterapi terlalu rasional (sangat menganggap manusiaitu rasional) padahal kadang dan sering manusia hanya bertindak karena instink,kesenangan. Untuk para neurosis yang intelektual sangat memungkinkan(dicntohkan dirinya sendiri [Frankl] dan teman-teman ilmuwannya saat di kampNazi)
Mencari makna untuk hidup
Upaya manusia untuk mencari makna hidup merupakanmotivator utama dalam hidup bukan “rasionalisasi skunder” yang muncul karenadorongan naluriah. Makna hidup ini merupakan suatu yang unik dan khusus,artinya dia hanya bisa dipenuhi oleh yang bersangkutan; hanya dengan caraitulah dia bisa memiliki arti yang bisa memuaskan keinginan orang tersebutuntuk mencari makna hidupnya.
Beberapa penulis berpendapat bahwamakna-makna dan nilai-nilai hidup tersebut tidak lain dari mekanisme pertahanandiri, formasi reaksi (reaction formation) dan sublimasi. Kata Frankl manusiabisa hidup bahkan mati demi meraih impian dan nilai-nilai hidupnya.
Inilah makna kata-kata; Penderitaan tidak lagi menjadi penderitaan ketikadia sudah menemukan maknanya, misalkan makna sebuah pengorbanan. Perhatianutama manusia bukan untuk mencari kesenangan atau menghindari kesedihan, tetapimenemukan makna dalam hidupnya. Itulah sebabnya manusia bahkan siap untukmenderita, dengan syarat dia yakin bahwa penderitaan itu memiliki makna. TetapiFrankl cepat-cepat mengatakan bahwa tidak berarti penderitaan selalu diperlukandalam upaya manusia mencari makna.
mungkin sampai pada makna hidup tapi bukan hidup, mati bukannya mati...
kita dapat meliahat pada : AKu dalam Ke Aku-an AKU dan ini bisa dilihat melaluisisi rohani dan rohani dalam inilah yang dinamai atman dalam kitab veda. atmaninilah yang dicari dengan jalan pertapaan kalau dalam islam bisa disebut Sulukdalam Tarekat atau sama yang dilakukan nabi pada saat menerima wahyu pertama digua hiro'. apakah atman itu? penghabisan kitab veda bagian bernama Upanishad,memeriksa sifatnyaathman itu. disana diterangkan bahwa, badan manusia itubukanlah diri,bikanlah sari, karna badan itu bertukar dari bayi sampai balighdan akhirnya tua trus mati,juga diri dalam mimpi itu bukalah diri sebetulnya,sebabnya diri itupun dibawah pengaruh pengalaman sehari - hari. Diri dalamtidur tak bermimpi juga bukan diri, sebab dalam hal itu, diri itu kosong. Dirisebetulnya ialah sadaran alam yang terdiri atas dirinya sendiri dan buatdirinya sendiri.maksud upanishad membedakan 3 tingkatannya jiwa : Bangunan ,bermimpi dan tidur (nyenyak). ketiga tingkatan inin termasuk pada tingkatan ke4 ialah " kesadaran gaib" (intuitional consciusnes).padakesadaran goib inilah hilang lenyap semua pengetahuan dengan benda didalam dandiluar badan. inilah yang tak tertukar dan terus tetap pada dunia pertukaran.
Kehidupanmerupakan anugerah dan amanah sebagai ciptaan Tuhan
Kehidupanmerupakan cobaan hidup yang selalu dirundung suatu permasalahan
Kehidupanmerupakan penebus dosa serta merupakan suatu proses reinkarnasi
Kehidupanmerupakan suatu hirarki, dimana setiap tingkat sruktur biologis merupakanpengembangan dari tingkatan di bawahnnya
Kehidupanmerupakan suatu kisah yang penuh berliku. kelangsungannya senantiasa berputar -putar di ruang lingkup yang serupa dari satu generasi sejak mula manusiadiciptakan hinggalah menjejak kepada waktu yang paling hampir dan kisahnyaselalu berulang - ulang
wassalam.. ,,,
0 komentar:
Posting Komentar